ANGGOTA Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eko Wahyudi menyoroti rendahnya capaian produksi kedelai nasional yang hingga kini masih jauh dari target pemerintah. Persoalan tersebut disampaikan dalam rapat kerja terkait Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Tahun 2025 dan Progres Pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2026 bersama Kementerian Pertanian.
Dalam forum tersebut, Eko Wahyudi menyampaikan sejumlah catatan kritis terhadap kinerja sektor pertanian nasional, khususnya pada capaian produksi komoditas strategis. Ia menilai masih terdapat ketimpangan capaian antar komoditas meski beberapa sektor menunjukkan hasil positif.
Politisi asal Kabupaten Tuban itu mengapresiasi keberhasilan produksi padi dan jagung yang dinilai mampu melampaui target pemerintah. Namun, menurutnya, kondisi berbeda justru terjadi pada komoditas kedelai yang realisasinya masih sangat rendah.
“Pimpinan, kami mencermati bahwa capaian produksi komoditas strategis tahun 2025 menunjukkan adanya kinerja yang belum sepenuhnya merata. Kami mengapresiasi keberhasilan pada beberapa komoditas seperti padi dan jagung yang telah melampaui target. Namun demikian, kami juga melihat adanya perhatian serius pada komoditas kedelai, yang realisasinya masih jauh di bawah target, yakni sekitar 23 persen,” ujarnya, dikutip dari FraksiGolkar, Rabu (20/5/2026).
Berdasarkan data capaian produksi komoditas strategis tahun 2026 per 17 Mei 2026, produksi kedelai tercatat baru mencapai sekitar 1,31 persen dari target yang telah ditetapkan pemerintah.
Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan mengingat kedelai merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat serta industri pangan nasional.
Eko Wahyudi menegaskan perlunya langkah konkret dan evaluasi menyeluruh dari pemerintah agar target produksi kedelai nasional dapat tercapai. Menurutnya, optimalisasi produksi kedelai penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan impor. []











