Delia Pratiwi Edukasi Warga Langkat Waspadai Kosmetik dan Obat Berbahaya

SEBAGAI bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat Kabupaten Langkat, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil Sumatera Utara III, Delia Pratiwi Br. Sitepu, menggelar kegiatan sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait obat dan makanan bersama Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, (7/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti masyarakat dari Kecamatan Stabat dan Kecamatan Secanggang. Dalam kesempatan itu, Kepala Balai Besar POM Medan, Mojaza Sirait, turut hadir memberikan materi sosialisasi didampingi Jupri Sibarani.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Langkat Fraksi Partai Golkar Riki Sapariza, Ketua KNPI Kabupaten Langkat M.A. Bahrum, Camat Stabat Bambang Eko Winarno SSTP, perwakilan Polsek Stabat, perwakilan Koramil Stabat, Kepala Desa Karang Rejo Suliadi Soleham, SE, tokoh pemuda Yogi Mahendra, serta sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh perempuan.

Dalam penyampaiannya, Delia Pratiwi mengedukasi masyarakat mengenai ciri-ciri kosmetik berbahaya serta makanan dan minuman yang mengandung bahan berisiko bagi kesehatan.

“Semua ini saya sampaikan kepada masyarakat karena saya sayang kepada bapak dan ibu. Sebelum terlambat mari kita hentikan pemakaian obat, kosmetik dan makanan yang dianggap mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan,” kata Delia dalam forum tersebut, dikutip dari FraksiGolkar, Senin (11/5/2026).

“Dampak dari bahan-bahan berbahaya tersebut tidak langsung kita rasakan tetapi nanti setelah lama kita memakainya. Ibu-ibu rentan terhadap kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, kalau bapak-bapak rentan dengan mengkonsumsi obat kuat yang mengandung bahan berbahaya,” imbuhnya.

Sementara itu, Riki Sapariza menyampaikan apresiasinya terhadap langkah yang dilakukan Delia Pratiwi Bru Sitepu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengawasan obat dan makanan.

“Mungkin selama ini masyarakat kurang memahami dan mengetahui bahan berbahaya yang terkandung dalam makanan, minuman, maupun kosmetik. Oleh karena itu.dengan adanya sosialisasi dan edukasi ini dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga masyarakat dapat mengetahui serta menambah wawasan mengenai bahaya maupun tanda-tanda bahan berbahaya yang terkandung di dalam kosmetik, makanan, dan minuman tersebut,” terang Riki Sapariza.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya memilih produk obat, makanan, dan kosmetik yang aman serta terdaftar resmi demi menjaga kesehatan diri dan keluarga. []

Leave a Reply