Depinas SOKSI: Program Makan Bergizi Gratis Kunci Ciptakan SDM Unggul Indonesia

DEWAN Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi kunci untuk menjaga kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia di masa depan.

“Program pembangunan nutrisi bagi siswa dan anak usia dini bukanlah hal baru bagi negara-negara lain di dunia. Kita bisa lihat, bahwa negara-negara yang kini mendominasi ekonomi dan teknologi dunia telah lebih dulu melakukan kebijakan serupa secara konsisten,” kata Wakil Bendahara Umum Depinas SOKSI, Ambar Chrisdiana dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Ambar menekankan bahwa SDM yang berkualitas tinggi harus dipersiapkan sejak dini melalui strategi pembangunan nasional yang vital untuk membawa Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Menurut dia, program seperti MBG bukanlah hal baru, karena sudah banyak negara yang mempersiapkan kualitas SDM-nya melalui kebijakan serupa.

Contohnya Jepang, yang melalui kebijakan pembangunan pangan (shokuiku) telah melakukan program MBG bagi siswa di sekolah sejak pasca-perang dunia kedua untuk membangun fisik dan kecerdasan generasinya.

Brazil, Swedia, dan Finlandia juga adalah negara-negara yang membuktikan bahwa pemenuhan gizi sejak usia dini adalah kunci utama dalam menciptakan tenaga kerja yang produktif dan kompetitif di masa depan.

“Demikian juga India yang memiliki program makanan sekolah terbesar di dunia yang terbukti meningkatkan angka partisipasi sekolah dan kesehatan anak,” ujar Ambar, dikutip dari Antaranews.

Menanggapi dinamika di lapangan, harus diakui bahwa mengelola program MBG di Indonesia dengan jumlah penduduk hampir 300 juta tentu menghadapi kendala teknis. Namun, hambatan tersebut harus diatasi sebagai bagian dari proses adaptasi dalam skala nasional yang masif.

“Mengelola bangsa sebesar Indonesia memerlukan keberanian untuk memulai langkah besar. Masalah yang timbul di lapangan adalah dinamika untuk evaluasi perbaikan, bukan untuk alasan menghentikan proses pembangunan. MBG adalah penentu kualitas masa depan Indonesia,” katanya.

Terkait derasnya kritik di media sosial, sebagian besar dinilainya bersifat subyektif dan cenderung destruktif. Ambar menyoroti banyak narasi yang berkembang berasal dari sentimen politik tanpa disertai solusi konstruktif.

Oleh karenanya, dia mengajak masyarakat untuk lebih obyektif melihat esensi program ini sebagai upaya kolektif mempersiapkan generasi yang mampu bersaing di kancah global. Ia mengingatkan bahwa nutrisi yang cukup akan melahirkan anak-anak yang cerdas, sehat, dan tangguh.

“Dengan mempertahankan dan menyempurnakan program MBG, Indonesia sedang meletakkan batu pertama menuju Indonesia Emas. Ini adalah tekad dan komitmen jangka panjang untuk memastikan bahwa anak-anak Indonesia hari ini tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain kunci dalam persaingan global di masa depan,” ucap dia. []

Leave a Reply