MTQ Disabilitas Nasional MDI Raih Guinness World Records, Bukti Dakwah Inklusif Indonesia Mendunia

Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) kembali menorehkan sejarah baru dalam syiar Islam inklusif. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Lomba Dakwah Disabilitas Tingkat Nasional yang digelar di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, sukses mencatatkan rekor dunia Guinness World Records sebagai kompetisi keagamaan ramah disabilitas terbesar yang pernah diselenggarakan.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan pada malam puncak Grand Final MTQ dan Lomba Dakwah Disabilitas Tingkat Nasional, Jumat (19/6/2026). Ajang yang diikuti peserta penyandang disabilitas dari 13 provinsi di Indonesia itu dinilai berhasil memenuhi 80 standar penilaian Guinness World Records, menjadikannya capaian perdana yang belum pernah diraih negara lain dalam penyelenggaraan kegiatan keagamaan inklusif.

Ketua Umum Pimpinan Pusat MDI, KH Khairul Anam, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, proses meraih pengakuan dunia itu membutuhkan perjuangan besar karena seluruh indikator penilaian harus dipenuhi tanpa ada satu pun yang terlewat.

“Bayangkan, ada 80 item yang harus dipenuhi. Satu saja tidak terisi, maka tidak lolos. Program luar biasa ini terjadi di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan atas prakarsa MDI,” ujar Kiai Anam di hadapan ribuan hadirin.

Ia mengaku sempat meneteskan air mata melihat semangat para peserta penyandang disabilitas yang datang dari berbagai daerah. Karena itu, MDI berkomitmen memberikan beasiswa pendidikan hingga jenjang sarjana bagi para juara.

“Saudara kita yang disabilitas ini bukan kekurangan, tapi diberi kelebihan oleh Allah swt. Banyak dari mereka yang sudah hafal 30 juz. Juara-juara ini harus kita dukung beasiswanya sampai sarjana,” tegas Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU tersebut.

Kiai Anam meyakini capaian tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan di tingkat dunia, tetapi juga memiliki nilai ibadah. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, KH Achmad Chalwani Nawawi, beserta seluruh keluarga besar pesantren yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut.

Malam penutupan MTQ Disabilitas Nasional juga dihadiri Ketua Umum DPP Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti, jajaran Forkopimda, serta ribuan santri dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bahlil menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang dinilainya telah memberikan teladan tentang semangat mencintai Al-Qur’an.

“Saudara-saudara kita ini bukanlah orang yang berkekurangan. Secara fisik mungkin berbeda, tetapi kita yang sehat belum tentu bisa mengaji sebaik mereka. Mudah-mudahan ini menjadi cambuk bagi kita semua untuk kembali mengaji seperti di kampung dulu,” tutur Bahlil.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat perlindungan bagi penyandang disabilitas, termasuk membuka peluang lahirnya regulasi yang memberikan kepastian hak-hak mereka.

“Negara wajib hadir. Kita ingin menjabarkan pesan bahwa kaum disabilitas layak memperoleh akses yang sama di segala bidang. Bila perlu, kita akan menginisiasi Undang-Undang Kaum Disabilitas. Ini akan saya bicarakan dengan Bapak Presiden,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Bahlil menyerahkan beasiswa kepada para juara yang masih menempuh pendidikan, bantuan lapangan kerja dan modal usaha bagi peserta yang telah lulus, serta menyatakan komitmennya membangun asrama putra di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan.

“Saya lihat, di sini asrama putrinya sudah ada. Asrama putranya yang belum ada. Maka, kita akan membangun asrama putra untuk pesantren ini. Kalau bisa bulan depan, sudah ditanyakan kepada kiai, konsepnya, gambarnya, semuanya. Kalau tempat lain kita boleh bangun, kenapa di sini nggak kita bangun,” tekannya.

Keberhasilan penyelenggaraan MTQ Disabilitas Nasional juga melahirkan prestasi membanggakan dari berbagai daerah. Salah satunya diraih Bintang Listrio Ferdiand, peserta asal Kelurahan Karangsari, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, yang berhasil meraih Juara III kategori Tahfidz Netra Putra.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lampung sekaligus memperlihatkan bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi di bidang keagamaan. Melalui kemampuan menghafal Al-Qur’an, Bintang mampu bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai provinsi dan mengharumkan nama daerahnya di tingkat nasional.

Selain MTQ Disabilitas, rangkaian Milad MDI juga diisi dengan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang diikuti perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah MDI dari seluruh Indonesia serta dihadiri jajaran pimpinan Partai Golkar.

Melalui penyelenggaraan MTQ dan Lomba Dakwah Disabilitas Tingkat Nasional yang kini diakui Guinness World Records, MDI berharap semangat dakwah yang inklusif terus berkembang di Indonesia sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan, prestasi, dan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an. {golkarpedia}

Leave a Reply