Atalia Praratya Dorong RS Siloam Mataram Tambah Layanan Kanker dan Naik ke Tipe C

ANGGOTA Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Atalia Praratya, meminta pengembangan layanan kesehatan di Rumah Sakit Siloam Mataram, Nusa Tenggara Barat. Pengembangan tersebut baik dari sisi penambahan fasilitas medis maupun peningkatan kapasitas pelayanan.

Menurutnya, pengembangan tersebut penting untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung peningkatan status rumah sakit.

Atalia pun menyoroti rencana pengembangan layanan rumah sakit ke depan, termasuk penambahan layanan penanganan kanker serta kapasitas tempat tidur agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

“Saya ada beberapa hal (yang ingin ditanyakan). Yang pertama terkait pengembangan ke depan. Selain MRI, apakah ada rencana pengembangan layanan lain, misalnya untuk penanganan kanker? Kemudian, apakah juga akan dikembangkan dengan menambah jumlah tempat tidur sehingga mungkin rumah sakit ini bisa naik dari tipe D menjadi tipe C?” ujar Atalia saat mengikuti kunjungan kerja ke Rumah Sakit Siloam Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (26/6/2026).

Menanggapi hal tersebut, Direktur Rumah Sakit, Arum Ratna Pratiwi menjelaskan bahwa pengembangan layanan onkologi telah dilakukan secara bertahap. Saat ini rumah sakit telah memiliki sejumlah dokter spesialis onkologi, meski belum mencakup seluruh layanan yang dibutuhkan.

Ia mengatakan rumah sakit telah memiliki dokter spesialis bedah onkologi, termasuk bedah onkologi THT, bedah onkologi paru, serta spesialis hematologi-onkologi anak. Selain itu, fasilitas untuk kemoterapi juga telah tersedia.

“Kita mencicil. Saat ini sebenarnya sudah punya dokter spesialis onkologi, meskipun baru bedah onkologi dan hemato-onkologi anak. Untuk hemato-onkologi dewasa memang belum ada. Namun kami sudah memiliki bedah onkologi THT, bedah onkologi paru, dan ruang kemoterapi. Kalau untuk layanan radiasi memang belum, jadi kami mengembangkannya secara bertahap. Mudah-mudahan ke depan bisa kami lengkapi,” jelasnya, dikutip dari laman DPR RI.

Selain pengembangan layanan medis, Anggota Komisi VIII ini juga menyoroti luasnya kerja sama rumah sakit dengan berbagai perusahaan asuransi. Ia meminta penjelasan mengenai kualitas kemitraan yang telah terjalin, termasuk posisi kerja sama dengan Jasindo dibandingkan mitra asuransi lainnya.

“Tadi disampaikan bahwa rumah sakit sudah bekerja sama dengan banyak perusahaan asuransi. Saya ingin mengetahui, kalau dinilai dari satu sampai sepuluh, kira-kira bagaimana kualitas kerja sama dengan Jasindo dibandingkan mitra asuransi lainnya? Kalau sangat baik mungkin nilainya delapan atau sembilan, tetapi kalau masih ada kendala dalam komunikasi atau koordinasi tentu bisa berbeda,” kata Politisi Fraksi Partai Golkar itu.

Melalui dialog tersebut, Atalia berharap pengembangan fasilitas kesehatan dan penguatan kemitraan dengan perusahaan asuransi dapat terus dilakukan guna meningkatkan mutu pelayanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Utama DPR RI maupun masyarakat secara umum. []

Leave a Reply