MENTERI Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menginginkan Migrant Center di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menjadi pusat pengembangan calon pekerja migran Indonesia (PMI) agar memiliki kompetensi serta siap bersaing di pasar global.
“Ini tugas ULM untuk memberikan peningkatan kapasitas sesuai kebutuhan dunia kerja global,” kata Mukhtarudin saat meresmikan Migrant Center ULM di Banjarmasin, Selasa (24/6/2026).
Dia menegaskan, paradigma pekerja migran Indonesia telah berubah dari sebelumnya identik asisten rumah tangga kini peluang kerja lebih banyak terbuka pada sektor formal dan profesional.
Mukhtarudin menyebut pekerja migran Indonesia telah mengisi berbagai sektor formal di sejumlah negara, seperti Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Taiwan, Hongkong hingga kawasan Timur Tengah dan Eropa.
Dia mengakui Kalimantan Selatan punya potensi jadi daerah penyedia tenaga kerja terampil bagi pasar global.
Untuk itulah, peran ULM melalui Migrant Center dapat memberikan pelatihan bahasa asing, keterampilan teknis dan sertifikasi kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia kerja internasional.
“ULM jadi perguruan tinggi pertama di Kalimantan memiliki Migrant Center, di sini menjadi percontohan pengembangan ekosistem pekerja migran kawasan tanah Borneo,” ujarnya, dikutip dari Antaranews.
Sementara Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri menambahkan, Migrant Center ULM dirancang sebagai pusat layanan informasi ketenagakerjaan luar negeri yang memberikan akses bagi mahasiswa, alumni, maupun masyarakat umum untuk mengetahui peluang kerja di berbagai negara.
Ada empat layanan utama, yakni informasi peluang kerja luar negeri dan prosedur migrasi aman, pelatihan keterampilan dan penguasaan bahasa asing, layanan sertifikasi kompetensi sesuai standar kerja internasional, serta job matching dan penempatan tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar global. []











