UPAYA meningkatkan mutu pendidikan nasional dinilai tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur pendidikan maupun pelaksanaan berbagai program unggulan pemerintah. Penguatan pendidikan karakter, penanaman nilai-nilai kebangsaan, serta peningkatan kesejahteraan guru juga perlu menjadi fokus utama dalam perumusan kebijakan pendidikan di masa mendatang.
Pandangan tersebut disampaikan Anggota Komisi X DPR RI Juliyatmono dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang membahas persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Anggaran 2027. Rapat berlangsung di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Juliyatmono menilai berbagai tantangan yang masih dihadapi sektor pendidikan perlu ditangani secara komprehensif agar kualitas pendidikan nasional terus meningkat dan mampu memenuhi ekspektasi masyarakat.
“Kita berharap pendidikan terus mendapatkan porsi yang sangat baik dengan kualitas studi yang makin membaik, kesejahteraan guru yang makin tertata, dan problem-problem yang sedang dihadapi dapat diatasi dengan baik,” ujar Juliyatmono, dikutip dari FraksiGolkar, Sabtu (20/6/2026).
Ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru harus menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan pendidikan. Menurutnya, berbagai aspek yang berkaitan dengan profesi guru, mulai dari tunjangan, penggajian, jenjang karier, penataan tenaga pendidik, hingga pendidikan profesi guru, perlu mendapat perhatian yang memadai dari pemerintah.
Selain itu, ia menilai dukungan manajemen pendidikan harus diperkuat agar pelaksanaan program-program pendidikan dapat berjalan secara efektif dan memberikan hasil yang optimal.
“Termasuk di dalamnya adalah program dukungan manajemen harus terlebih dahulu dipastikan agar semua menjadi lebih nyaman, lebih baik, di samping program-program unggulan yang sedang dilakukan oleh Bapak Presiden bisa dipastikan dengan sangat baik,” katanya.
Lebih lanjut, Juliyatmono menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter sebagai fondasi pembentukan generasi masa depan. Menurutnya, sekolah dan para pendidik memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai positif yang tercermin dalam perilaku sehari-hari peserta didik.
Ia mengingatkan bahwa pembentukan karakter tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga menyangkut sikap, etika, dan kemampuan menjaga persatuan bangsa melalui komunikasi yang santun dan menyejukkan.
“Kami sangat berpesan kepada seluruh guru agar menyentuh pendidikan karakter sehingga anak-anak memiliki kedewasaan, terbiasa berkata-kata yang sopan, yang menyejukkan, yang mendamaikan. Seluruhnya harus berorientasi untuk mempersatukan bahwa bangsa kita ini bangsa yang besar,” tegas Politisi Fraksi Partai Golkar itu.
Juliyatmono juga menyampaikan harapannya agar program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang saat ini didorong pemerintah dapat diterapkan secara konsisten dalam proses pendidikan.
Menurutnya, program tersebut dapat menjadi sarana untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, berkeadaban, dan menjunjung tinggi semangat persatuan.
“Kita menaruh harapan dan kepercayaan kepada jajaran Kemendikdasmen agar terus meningkatkan kualitas pendidikan menuju Indonesia yang lebih berkemajuan dan lebih berkeadaban,” pungkas legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah IV tersebut. []











