Firman Soebagyo Soroti Tangan Dingin Bahlil Lahadalia Jaga Energi Nasional dari Guncangan Dunia

Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Firman Soebagyo, mengapresiasi kinerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) di tengah tekanan krisis energi global akibat eskalasi konflik geopolitik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

“Tidak mudah bagi negara manapun mengatasi krisis energi berkepanjangan seperti saat ini. Harga minyak dunia Brent sudah menembus di atas 105 dolar per barel, banyak negara di Eropa mulai membatasi distribusi BBM dan menghadapi inflasi energi dua digit. Namun Indonesia mampu menjaga harga Pertalite tetap di angka Rp10.000 dan Solar subsidi Rp6.800. Ini adalah capaian yang sangat luar biasa,” ujar Firman dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Senayan.

Firman menegaskan bahwa stabilitas harga BBM yang dirasakan masyarakat saat ini merupakan hasil dari kerja terstruktur, terukur, dan kepemimpinan yang kuat dalam sektor energi nasional. Ia menilai langkah-langkah strategis yang diambil oleh Bahlil bersama tim ESDM menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang responsif sekaligus visioner dalam merespons dinamika global.

“Ini bukan sulap, ini hasil dari keseriusan dan tangan dingin seorang Bahlil Lahadalia beserta timnya. Dalam situasi global yang penuh tekanan, beliau mampu mengendalikan harga BBM yang bahkan bagi banyak negara menjadi sumber krisis. Ini kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini.

Firman memaparkan bahwa terdapat tiga strategi utama yang menjadi kunci keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas energi nasional, yakni diplomasi energi untuk mengamankan pasokan minyak mentah di tengah dinamika geopolitik global, optimalisasi produksi dan kilang dalam negeri, serta penguatan sistem subsidi berbasis digital agar tepat sasaran.

“Diplomasi energi yang dilakukan mampu membuka akses pasokan dari Rusia dan Timur Tengah di tengah berbagai pembatasan global. Di sisi lain, peningkatan lifting minyak hingga 630 ribu barel per hari serta optimalisasi kilang seperti Balongan dan Balikpapan menunjukkan bahwa kita tidak hanya bergantung pada impor. Ditambah lagi, digitalisasi melalui MyPertamina dan pengawasan ketat BPH Migas memastikan subsidi tidak bocor ke sektor industri. Ini kombinasi kebijakan yang solid,” jelas Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI ini.

Firman juga menekankan bahwa stabilitas harga BBM memiliki dampak langsung terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional, sehingga kebijakan ini perlu terus dijaga sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi rakyat.

“Krisis energi ini sejatinya adalah ujian terhadap implementasi Sila Kelima. Ketika BBM naik, harga pangan ikut naik dan rakyat paling bawah yang akan merasakan dampaknya. Tapi hari ini masyarakat masih bisa mengisi bensin tanpa antre panjang dan tanpa lonjakan harga. Itu artinya negara hadir dan bekerja. Ini harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Firman berharap stabilitas harga BBM dapat terus dipertahankan hingga akhir tahun 2026 di tengah tantangan global yang masih dinamis. Ia juga menegaskan komitmen Fraksi Partai Golkar untuk terus mengawal kebijakan energi nasional agar tetap berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Tantangan ke depan tentu tidak ringan, tetapi saya meyakini di bawah kepemimpinan Pak Bahlil, sektor energi nasional akan tetap stabil dan terjaga. Kami di DPR RI, khususnya Fraksi Partai Golkar, siap mengawal dan memastikan kebijakan ini terus berpihak kepada rakyat,” tutup legislator asal Pati, Jawa Tengah ini. {golkarpedia}

Leave a Reply