Seminar Piagam Madinah dan MTQ Disabilitas Nasional Perkuat Nilai Kebangsaan di Milad ke-48 MDI

Momentum Milad ke-48 Majelis Dakwah Islamiyah tidak hanya menjadi ruang refleksi pemikiran keislaman dan kebangsaan melalui Seminar Nasional, tetapi juga dirangkaikan dengan agenda strategis lain yang memperluas partisipasi umat secara inklusif.

Pimpinan Pusat MDI secara simultan menyelenggarakan kegiatan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Lomba Dakwah Disabilitas tingkat nasional sebagai bagian integral dari rangkaian peringatan tersebut.

Seminar Nasional yang mengangkat tema “Piagam Madinah dalam Perspektif Sistem Ketatanegaraan di Indonesia” tetap menjadi poros utama dialog ilmiah yang mempertemukan ulama, akademisi, dan pemangku kepentingan.

Kegiatan yang akan dilangsungkan pada Rabu, 29 April 2026 di Aula DPP Partai Golkar ini dirancang untuk mengkaji nilai-nilai historis Piagam Madinah dalam konteks sistem ketatanegaraan modern Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Dalam forum tersebut, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji dijadwalkan hadir sebagai keynote speaker yang memberikan perspektif strategis terkait integrasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan berbangsa.

Sementara itu, paparan dari Yudi Latif, Gus Najih, dan Hajriyanto Tohari sebagai pemantik seminar diyakini akan memperkaya diskursus mengenai aspek historis, prinsip kesetaraan, serta relevansi Piagam Madinah dalam sistem demokrasi Indonesia.

Seiring dengan berlangsungnya seminar, PP MDI juga mencatat capaian signifikan dalam penyelenggaraan MTQ dan Lomba Dakwah Disabilitas tingkat nasional. Pendaftaran kegiatan tersebut secara resmi telah ditutup dengan antusiasme yang tinggi dari peserta di seluruh Indonesia.

Total peserta yang terdaftar mencapai 299 orang yang berasal dari 26 provinsi, mencerminkan luasnya jangkauan dakwah serta tingginya partisipasi masyarakat dalam agenda keumatan yang inklusif.

Penyelenggaraan lomba dakwah disabilitas menjadi penegasan komitmen MDI dalam membuka ruang yang setara bagi seluruh elemen umat, termasuk kelompok disabilitas, untuk berkontribusi dalam syiar Islam. Hal ini sejalan dengan semangat Piagam Madinah yang menempatkan kesetaraan dan keadilan sebagai prinsip utama dalam kehidupan bermasyarakat.

Keterpaduan antara forum ilmiah melalui seminar nasional dan kegiatan kompetitif seperti MTQ serta lomba dakwah disabilitas menunjukkan pendekatan komprehensif MDI dalam membangun peradaban umat. Tidak hanya berhenti pada tataran gagasan, tetapi juga mendorong implementasi nilai melalui partisipasi aktif masyarakat dari berbagai latar belakang.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Partai Golkar bersama MDI dan berbagai elemen bangsa turut memperkuat sinergi dalam membangun narasi keislaman yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan. Hasil dari seminar dan partisipasi luas dalam kegiatan MTQ serta lomba dakwah diharapkan melahirkan kontribusi nyata bagi penguatan nilai-nilai kebangsaan dan sistem ketatanegaraan Indonesia. {golkarpedia}

Leave a Reply