Gubernur Melki Laka Lena Luncurkan Siber Sehat NTT untuk Lindungi Anak dari Dampak Negatif Digital

PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) menghadirkan program Siber Sehat NTT sebagai layanan pengaduan dan literasi digital guna mewujudkan ruang digital yang sehat, aman, dan terpercaya, terutama bagi anak dan remaja.

“Program Siber Sehat NTT hadir bukan untuk melarang masyarakat menggunakan teknologi, tetapi untuk membangun budaya digital yang positif, produktif, dan aman,” kata Gubernur NTT Melki Laka Lena di Kupang, Sabtu (9/5/2026), dikutip dari Antaranews.

Program Siber Sehat NTT dilaksanakan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, dengan mendorong edukasi dan literasi digital agar masyarakat menggunakan teknologi secara sehat, cerdas, dan bertanggung jawab.

Selain itu, program ini juga bertujuan mencegah adiksi digital, khususnya di kalangan anak dan remaja, melalui peran keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.

Menurut Melki, penggunaan gawai yang tidak terkontrol dapat membuat seseorang kehilangan kendali karena dipengaruhi algoritma. “Jangan sampai algoritma menentukan keinginan, kehendak, bahkan mengambil kebebasan berpikir kita,” ujarnya.

Ia menilai cara kerja algoritma dapat mengarahkan pengguna pada tujuan tertentu, bahkan menyerupai efek ketergantungan seperti narkoba, sehingga kehadiran kanal Siber Sehat NTT relevan untuk memperkuat literasi dan kendali masyarakat dalam penggunaan digital.

“Kita juga bersyukur sudah ada kebijakan PP Tunas dari pemerintah pusat untuk melindungi anak-anak agar bisa menikmati digital secara sehat serta regulasi daerah terkait jam belajar sore,” ujarnya.

Melki juga mengusulkan agar materi literasi digital dimasukkan dalam kurikulum sekolah setiap semester sebagai panduan penggunaan teknologi yang sehat.

“Materi ini penting diadakan karena ruang orang untuk memperoleh apapun hari ini dari digital itu terlalu besar, jadi perlu diimbangi dengan edukasi yang memadai,” katanya.

Adapun program Siber Sehat NTT melibatkan berbagai pihak, antara lain Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Polda NTT, BNN NTT, Universitas Nusa Cendana, media, lembaga keagamaan, dan komunitas lokal.

Kolaborasi tersebut menghadirkan layanan pengaduan konten negatif dan hoaks, penanganan serta rehabilitasi adiksi digital, serta edukasi literasi digital.

“Melalui Satuan Tugas (Satgas) Siber Sehat NTT, kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mendorong ekosistem digital yang sehat,” ujarnya.

Ia optimistis kolaborasi tersebut mampu mewujudkan generasi yang sehat secara digital, kuat secara mental, dan siap menghadapi era transformasi teknologi. []

Leave a Reply