ANGGOTA Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Heri Purnama pastikan status Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin menjadi Tipe A. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya di Komisi I DPR RI terus mendorong ke arah tersebut hingga menghadap Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Dr Muhammad Ali.
Adapun peningkatan status menjadi Tipe A untuk memperkuat dukungan operasi laut dan pengamanan di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) pada umunya.
“Peningkatan tipe ini bertujuan memaksimalkan peran pangkalan dalam mendukung tugas TNI AL di wilayah perairan yang semakin strategis. Kita pastikan untuk peningkatan status ini dan saya juga sudah menghadap KASAL bicarakannya,” kata Bambang Heri Purnama kepada wartawan disela Halal Bihalal Idul Fitri di kediamannya di Banjarmasin, Minggu (29/3/26).
Ia menyebutkan bahwa kenaikan dari Tipe B ke Tipe A mencakup peningkatan fasilitas dan personil, yang memungkinkan Lanal Banjarmasin memberikan dukungan operasi laut yang lebih besar.
Peningkatan status ini dinilai krusial mengingat peran strategis Lanal Banjarmasin dalam memantau wilayah alur laut dan meningkatkan pengawasan di sektor maritim.
Diketahui bahwa wacana tersebut menguat pada awal tahun 2026, bersamaan dengan pengecekan kesiapan pengamanan wilayah oleh DPR RI.
Lanal Banjarmasin sendiri saat ini dipimpin oleh perwira dengan pangkat Kolonel, dan peningkatan ke Tipe A akan memperkuat komando serta jangkauan operasionalnya.
Inti semuanya dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat pertahanan laut di Kalsel, sekaligus menjaga keamanan wilayah perairan yang dikenal sebagai daerah “seribu sungai”.
Dalam mendukung peningkatan itu, dalam resesnya ke Lanal Banjarmasin, Bambang membahas sejumlah hal, mulai dari kesiapan personel, kesejahteraan prajurit hingga kebutuhan alat utama sistem persenjataan.
Disamping peningkatan status pangkalan, ia juga menyoroti kebutuhan kapal patroli yang mampu beroperasi hingga ke laut lepas untuk memperkuat pengawasan wilayah perairan.
“Semua syarat terpenuhi. Lanal ini sudah lama berdiri, infrastrukturnya berkembang, dan secara historis kita punya tokoh seperti Hasan Basrie yang menjadi kebanggaan daerah,” ujarnya lagi.
“Untuk 2027 Kodam di sini sudah berdiri. Jadi kalau misalnya Kodam bintang dua, kalau di sini Polda sudah bintang dua, Lanal tipe B, ya kolonel terlalu jomplang. Dan kita lihat juga Kalsel merupakan penopang ibu kota IKN dan kita lihat Provinsi Kalsel termasuk provinsi tertua dan penduduknya terpadat dan seribu sungai.” jelasnya.
“Jadi saya mengharapkan alutsista untuk Lanal untuk mengawal laut Indonesia khususnya Kalsel dan sungai-sungainya perlu alutsista yang lebih lengkap. Jika terealisasi, maka jabatan Komandan Lanal nantinya akan dipimpin perwira tinggi berpangkat bintang satu.“ imbuh Bambang Heri Purnama, dikutip dari FraksiGolkar.
Sementara itu, Danlanal Banjarmasin Letkol Laut (P) Galih Nurna Putrayang baru baru ini menggantikan Kolonel Laut (P) Ahmad Ahsan, mengungkapkan saat ini armada patroli yang dimiliki masih sangat terbatas. Selain keterbatasan kapal patroli, fasilitas standar kapal juga masih menjadi kendala, di mana saat ini kapal TNI AL masih bersandar di Pelabuhan Trisakti bersama kapal-kapal kargo.
“Kita berterimakasih atas dorongan Pak Bambang, selaku anggota Komisi I DPRD RI,” ucap Letkol Laut (P) Galih Nurna Putra.
Galih Nurna Putra menegaskan, tugas patroli untuk laut Indonesia jadi perlu kita tahu bahwa seribu sungai di daerah Banjarmasin Kalsel ini perlu alutsista yang memadai.
“Saat ini kita hanya punya satu KAL yang panjangnya itu sekitar 28 meter sama speed kecil untuk patroli, jadi kapal yang besar untuk melaut kita tidak ada.” jelas Galih.
“Tadi beliau mendukung bahkan untuk dermaga kapal di mana saat ini kita sandar di Trisakti, di mana kalau ada kapal kargo datang kita yang pusing karena hidupnya ekonomi di Banjarmasin,” sambungnya.
Lebih lanjut, Bambang Heri Purnama juga menyatakan dukungannya terhadap pembangunan dermaga khusus kapal Lanal Banjarmasin. Bahkan ia berkomitmen membantu penyediaan lahan secara pribadi untuk mendukung pembangunan tersebut.
Dengan peningkatan status pangkalan, penambahan alutsista, serta pembangunan dermaga, diharapkan pengawasan laut dan sungai di Kalimantan Selatan dapat semakin optimal, terutama untuk mencegah penyelundupan dan peredaran narkotika melalui jalur perairan. []











