MENTERI Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan pihaknya siap memberikan pemulihan trauma (trauma healing) bagi korban tabrakan kereta di Bekasi yang membutuhkan.
Mendukbangga Wihaji di Jakarta, Selasa, mengatakan pihaknya turut berduka dan prihatin atas insiden tabrakan antara KRL dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam. Saat ini, katanya, fokus para pihak terkait adalah penanganan korban.
“Tentu nanti kita akan tindaklanjuti, kalau butuh dalam tanda petik beberapa hal yang berkenaan dengan konsultasi, berkenaan dengan keluarga, trauma healing, biasanya kewenangan kita di situ,” ucap Mendukbangga Wihaji, dikutip dari Antaranews.
Sebelumnya, terjadi kecelakaan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL atau commuter line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Kronologinya, pada 20.30 WIB KA Argo Bromo Anggrek berangkat dari Stasiun Gambir menuju Surabaya.
Kemudian pada 20.52 WIB KRL dengan kode 5181B tujuan Jakarta menabrak taksi yang mogok di perlintasan di Jalan Ampera. KRL dengan kode 5568A tujuan Cikarang tertahan di Stasiun Bekasi Timur.
Pada 20.57 KA Argo Bromo menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur. Lokomotif KA masuk hingga separuh gerbong paling belakang KRL. Jam kejadian berdasarkan keterangan saksi di lapangan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebutkan korban meninggal dunia atas insiden tabrakan antara KRL dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, bertambah menjadi 14 orang.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB tercatat 14 orang meninggal dunia.
Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan. []











