Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, memimpin langsung kunjungan kerja ke Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, Satuan Pelayanan Pelabuhan Sungai Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (03/07/2026).
Kunjungan tersebut diikuti 11 Anggota Komisi IV DPR RI dari berbagai fraksi dan diterima langsung Kepala Balai Besar Karantina Kalimantan Timur, drh. Harum. Turut hadir jajaran Badan Karantina Indonesia (Barantin), antara lain Sugeng Sudiarto dan drh. Akhmad Alfarabi, bersama mitra kerja Komisi IV DPR RI, perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta para pelaku usaha eksportir dan importir.
Dalam sambutannya, Firman Soebagyo menjelaskan bahwa pemilihan Kalimantan Timur sebagai lokasi kunjungan kerja bukan tanpa alasan. Menurutnya, provinsi tersebut memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia yang harus dijaga dari ancaman masuknya hama dan penyakit hewan, ikan, maupun tumbuhan.
“Kalimantan Timur merupakan beranda depan NKRI. Kita memiliki sejumlah pelabuhan dan bandara strategis yang menjadi pintu keluar masuk barang dan manusia. Karena itu, pengawasan karantina harus benar-benar diperkuat agar tidak menjadi celah masuknya hama dan penyakit yang dapat mengancam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan nasional,” ujar Firman.
Selain itu, politisi senior Partai Golkar ini menilai keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan meningkatkan mobilitas orang maupun komoditas ke Kalimantan Timur. Kondisi tersebut, menurutnya, harus diantisipasi dengan sistem karantina yang semakin kuat dan modern.
“Arus orang, barang, dan komoditas menuju IKN akan semakin tinggi. Jangan sampai Kalimantan Timur justru menjadi pintu masuk organisme pengganggu yang dapat mengancam ketahanan pangan nasional,” tegas legislator Fraksi Partai Golkar itu.
Dalam pertemuan tersebut, Komisi IV DPR RI juga menyerap berbagai aspirasi dari Balai Besar Karantina maupun para pelaku usaha. Beragam persoalan mengemuka, mulai dari pelayanan karantina, proses perizinan, keterbatasan sarana dan prasarana laboratorium, hingga kebutuhan penguatan sumber daya manusia.
Firman yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI ini turut menegaskan, seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan pembahasan Komisi IV DPR RI bersama Badan Karantina Indonesia dan kementerian/lembaga terkait guna mendorong peningkatan kualitas layanan karantina nasional.
“Pelaku usaha membutuhkan pelayanan yang cepat dan memiliki kepastian. Namun, di sisi lain, pengawasan karantina juga tidak boleh lengah. Keduanya harus berjalan beriringan,” kata Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia tersebut.
Ia menegaskan, tujuan kunjungan kerja tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.
“Kami datang bukan untuk menyalahkan siapa pun. Kami ingin memastikan sistem karantina, khususnya di wilayah strategis seperti Kalimantan Timur, semakin kuat. Penguatan karantina merupakan bagian penting dari menjaga biosekuriti nasional. Jangan sampai IKN berdiri megah, tetapi kita lengah dalam melindungi wilayah dari ancaman hama dan penyakit,” pungkas legislator asal Pati, Jawa Tengah, Firman Soebagyo. {golkarpedia}











