BADAN Pengusahaan (BP) Batam melaporkan realisasi investasi pada triwulan I-2026 mencapai Rp17,4 triliun, atau melonjak 102,85 persen secara tahunan (yoy). Capaian ini mendapat apresiasi dari Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Puteri Komarudin, yang mendorong optimalisasi kawasan strategis di Kota Batam untuk terus memacu pertumbuhan investasi.
“Realisasi ini tentu tidak terlepas dari kepercayaan investor terhadap kawasan Batam yang berstatus Free Trade Zone (FTZ). Berbagai kawasan strategis seperti KEK Nongsa, KEK Batam Aero Technic, hingga KEK Pariwisata & Kesehatan Internasional diharapkan bisa menjadi motor pengembangan industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, hingga logistik,” ujar Puteri dalam agenda Kunjungan Kerja Banggar DP ke Kantor BP Batam, Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (3/7/2026).
Tidak hanya itu saja, Puteri mendukung langkah BP Batam mengembangkan hub ekonomi digital regional lewat proyek Pusat Data (Data Centre). Ia menyambut baik kerja sama BP Batam dengan perusahaan teknologi global, namun mengingatkan pentingnya skema alih teknologi.
“Tentu ini merupakan peluang strategis yang perlu kita kawal bersama. Sehingga, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, terutama berkaitan dengan skema alih teknologi (transfer technology). Dengan demikian, kita juga bisa meningkatkan kapasitas SDM lokal dalam penguasaan teknologi dan AI,” lanjut Legislator Daerah Pilihan Jawa Barat VII tersebut, dikutip dari laman DPR RI, Selasa (7/7/2026).
Walaupun begitu, Puteri juga mendesak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk mengevaluasi efektivitas insentif fiskal di kawasan strategis Batam.
“Tentu, ini menjadi penting, supaya kita bisa selalu memastikan fasilitas fiskal yang diberikan sebanding dengan manfaatnya bagi perekonomian masyarakat. Supaya kita dapat mengukur sejauh mana efektivitasnya dalam mendorong investasi dan dampaknya pada penciptaan lapangan kerja maupun daya saing Batam,” tutup Anggota Fraksi Golkar tersebut. []











