Ranny Fahd Arafiq Minta Alat Kesehatan Modern di Daerah Didukung SDM dan Perawatan

ANGGOTA DPR RI Komisi IX Ranny Fahd Arafiq menyatakan optimisme terhadap program modernisasi layanan kesehatan nasional. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 18 Juni 2026, hampir 1.000 unit alat kesehatan modern telah didistribusikan ke rumah sakit daerah di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Ini kabar baik dan langkah besar kita untuk menyelamatkan nyawa rakyat. Dulu kalau sakit jantung atau stroke, warga di daerah harus rujuk jauh ke Jakarta. Sekarang dengan 84 Cathlab, 73 CT Scan, 77 Mammografi, dan 8 MRI yang sudah masuk ke RSUD, saya optimis ke depan layanan kesehatan di daerah akan setara dengan di kota besar,” ujar Ranny Fahd Arafiq.

Ia menekankan bahwa kehadiran alat-alat canggih ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Tujuan kita satu: rakyat bisa berobat tanpa takut biaya. Karena itu saya akan terus mendorong agar layanan dari alat-alat ini bisa di-cover BPJS Kesehatan. Alatnya sudah ada, jangan sampai pasiennya tidak mampu bayar,” tegasnya dengan nada merakyat, dikutip dari laman FraksiGolkar, Senin (6/7/2026).

Selain pembiayaan, ia juga menyoroti pentingnya kesiapan sumber daya manusia. Menurut Ranny Fahd Arafiq, alat secanggih apapun tidak akan berguna tanpa dokter spesialis, radiografer, dan teknisi yang terlatih.

“Saya titip ke Kemenkes dan Pemda. Segera siapkan pelatihan dan insentif bagi tenaga kesehatan di daerah. Kita tidak mau alatnya mangkrak. Kita mau alat ini benar-benar dipakai untuk melayani rakyat,” lanjut Ranny Fahd Arafiq.

Sebagai wakil rakyat, Ranny juga berharap Pemerintah Daerah di dapil Jawa Barat VI (Bekasi & Depok) dapat segera merasakan manfaat program ini. “Saya akan terus berkoordinasi dengan Kemenkes dan Pemerintah Daerah di dapil saya. Kita pastikan RSUD-nya siap SDM, siap ruangan, dan siap melayani. Jangan sampai alatnya datang tapi masyarakat tetap harus dirujuk karena belum siap,” ujarnya.

Ia juga meminta adanya sistem perawatan yang jelas agar investasi besar negara ini tidak sia-sia. “Ini bukan proyek satu kali. Harus ada kontrak perawatan jangka panjang dan teknisi lokal yang disiapkan,” kata Ranny Fahd Arafiq.

Di akhir pernyataannya, Ranny Fahd Arafiq menyampaikan pesan optimis untuk masyarakat.

“Saya yakin, dengan alat yang lengkap, SDM yang siap, dan jaminan BPJS, kita bisa menekan angka kematian akibat jantung, stroke, dan kanker. Negara hadir. Dan saya akan terus mengawal agar program ini berjalan sampai ke pelosok,” tutupnya. []

Leave a Reply