WAKIL Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mengatakan produk makanan olahan Indonesia mulai diminati pasar di China, termasuk sarang burung walet, produk rumput laut, hingga kopi.
“Kita tahu kalau salah satu pasar terbesar produk sarang burung walet Indonesia adalah China. Kemudian, kemarin dalam SIAL 2026 dapat dilihat banyak sekali produk makanan olahan yang ternyata sangat diminati oleh pasar di China,” kata Roro dalam Forum Bisnis Indonesia-China di Shanghai, Selasa (19/5/2026)
SIAL 2026 adalah “Salon International de l’Alimentation” 2026, salah satu dari tiga pameran makanan terbesar dunia yang sedang digelar di Shanghai pada 18-20 Mei 2026. Pameran tersebut dihadiri lebih dari 5.000 peserta dari 75 negara dan menampilkan 350.000 produk.
Sedangkan Forum Bisnis Indonesia-China di Shanghai merupakan acara yang mempertemukan sekitar 30 pelaku usaha di bidang makanan, minuman, dan produk pertanian Indonesia dan China.
“Hari ini merupakan kesempatan untuk kita saling mengenal satu sama lain, untuk saling mengetahui produk-produk lain yang bisa masuk, bisa penetrasi ke pasar di China; karena kita tahu bahwa China merupakan salah satu pengimpor produk pertanian dan makanan olahan terbesar dunia, dengan permintaan yang semakin meningkat,” kata Roro, dikutip dari Antaranews.
Untuk ekspor produk olahan makanan Indonesia ke China, Roro menyebut yang diminati pasar di China antara lain sarang burung walet, buah-buahan, hasil perikanan, rumput laut, produk kelapa, rempah-rempah, dan kopi.
“Jadi, kopi adalah sesuatu yang kami paham bahwa pasar China suka dan kami bersyukur bisa menampilkan banyak produk kopi yang sangat kreatif, baik dalam pengemasan maupun yang berkualitas tinggi. Saya juga berharap kita bisa saling belajar tentang produk-produk makanan olahan dalam forum bisnis hari ini,” tambah Roro.
Kementerian Perdagangan akan berusaha untuk memfasilitasi peningkatan hubungan dagang Indonesia-China melalui perjanjian dagang maupun implementasinya.
Berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, total ekspor Indonesia pada tahun 2025 mencapai 282,91 miliar dolar AS atau tumbuh 6,15 persen dibandingkan 2024. Sementara itu, nilai ekspor Indonesia pada periode Januari-Maret 2026 tercatat sebesar 61,30 miliar dolar AS atau tumbuh positif di kisaran 4,15 persen dalam 5 tahun terakhir.
Roro juga mendorong para pelaku bisnis dari China untuk ikut dalam Trade Expo Indonesia yang pada tahun ini digelar pada 15-19 Oktober 2026 di Tangerang Selatan.
“Trade Expo Indonesia tahun lalu sukses mengumpulkan sekitar 8.000 pembeli dari 130 negara dan 605 dari para pembeli itu berasal dari China. Jadi, saya ingin mengundang semua mitra dari China juga untuk datang ke Trade Expo nanti,” ujarnya. []











