Anggota DPR RI Komisi III, Mangihut Sinaga, menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan sektor pertanian di Kabupaten Dairi melalui penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian RI Tahun 2026. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung dalam kegiatan reses dan sosialisasi yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Dairi, Senin (28/4/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri istri Mangihut Sinaga, Dra. Linda Meriati Napitupulu, Ketua MS7 Binsar Sinaga, jajaran Pemerintah Kabupaten Dairi, para kepala desa, penyuluh pertanian, serta perwakilan 10 kelompok tani penerima manfaat.
Hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi Lamhot Bantjin, Asisten Administrasi Umum Erwin Sitorus, Kepala Bagian Umum Eriko Sihombing, Kepala Dinas Pertanian Ketty Angkat beserta jajaran, Ketua PPTSB Kabupaten Dairi Hendron Sinaga, Camat Siempat Nempu, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Mangihut Sinaga menyerahkan bantuan alsintan berupa traktor roda empat dan hand tractor roda dua kepada sejumlah desa. Desa Sopobutar menerima satu unit traktor roda empat dan satu unit hand tractor. Desa Soban memperoleh satu unit hand tractor dan satu unit traktor roda empat. Sementara Kecamatan Parbuluan menerima satu unit traktor roda empat, dan Desa Tanjung Beringin mendapat satu unit hand tractor roda dua.
Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.
Selain penyerahan alsintan, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi pengembangan budidaya padi gogo. Narasumber sekaligus fasilitator, Toni Saritua Purba, assessor padi gogo yang bermitra dengan Kementerian Pertanian, memaparkan potensi besar pengembangan komoditas tersebut sebagai solusi peningkatan produksi beras.
Sebagai langkah awal, akan dikembangkan lahan percontohan (demplot) padi gogo seluas dua hektare di Kecamatan Parbuluan. Program ini diharapkan menjadi model pengembangan pertanian lahan kering yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Dairi.
“Produksi beras harus terus ditingkatkan. Padi gogo memiliki prospek besar untuk mendukung kemandirian pangan, khususnya di daerah dengan karakteristik lahan kering,” ujar Toni.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dairi, Kesty Angkat, menyampaikan apresiasi atas perhatian Mangihut Sinaga terhadap sektor pertanian di Dairi. Menurutnya, bantuan alsintan ini akan sangat membantu petani dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani.
Sementara itu, Mangihut Sinaga menegaskan bahwa meskipun dirinya bertugas di Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan, ia tetap memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, yang mayoritas berprofesi sebagai petani.
“Memang bidang pertanian merupakan ranah Komisi IV. Namun, sebagai wakil rakyat, saya merasa terpanggil untuk membantu masyarakat di dapil saya. Mayoritas masyarakat Dairi adalah petani, sehingga sektor pertanian harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan merupakan milik masyarakat, bukan milik kelompok atau golongan tertentu.
“Bantuan ini untuk rakyat, bukan untuk marga tertentu. Gunakan bersama, rawat dengan baik, dan tumbuhkan rasa memiliki. Jangan sampai menimbulkan konflik. Jika dimanfaatkan dengan baik, tentu akan saya perjuangkan tambahan bantuan di masa mendatang,” tegasnya.
Mangihut juga menyatakan keinginannya untuk terus hadir dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Dairi.
“Saya ingin setiap kehadiran saya di Dairi membawa berkat. Saya datang untuk rakyat, untuk kemajuan bersama,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Sekda Dairi Lamhot Bantjin mengungkapkan bahwa luas lahan tanaman padi di Kabupaten Dairi mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dari sebelumnya mencapai 16.720 hektare, kini tersisa sekitar 11.430 hektare, atau berkurang sekitar 5.300 hektare.
Kondisi ini, menurutnya, menjadi tantangan serius yang harus direspons melalui berbagai langkah strategis, termasuk modernisasi pertanian, optimalisasi lahan, serta pengembangan komoditas alternatif seperti padi gogo.
Dalam sesi wawancara khusus dengan insan pers, Mangihut Sinaga juga menyoroti persoalan peredaran narkoba. Sebagai anggota Komisi III DPR RI, ia menegaskan komitmennya untuk mendorong penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku tindak pidana narkotika.
“Saya telah berkomunikasi dengan Kapolda agar penanganan kasus narkoba dilakukan secara tegas dan tanpa kompromi. Tidak boleh ada pembiaran. Narkoba adalah ancaman serius yang merusak generasi muda, sehingga harus kita lawan bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap proses penegakan hukum harus tetap berlandaskan alat bukti yang sah sesuai ketentuan perundang-undangan.
Kegiatan reses ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Dairi. {golkarpedia}











