Menteri P2MI Mukhtarudin Ungkap 314 Ribu Lowongan Kerja Migran Masih Sepi Peminat, Ada Apa?

MENTERI Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy membahas strategi peningkatan kompetensi pekerja migran Indonesia dalam pertemuan di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

“Permintaan dari luar negeri sangat tinggi tetapi membutuhkan kompetensi khusus, baik dari segi keahlian maupun penguasaan bahasa,” kata Mukhtarudin dalam pernyataannya.

Ia mengatakan berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Siskop2MI) per 25 Mei 2026, ada 314.000 lebih peluang kerja di 10 negara penempatan utama.

Peluang tersebut tersebar di berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan. Namun, menurut Mukhtarudin, baru sekitar 24 persen peluang kerja yang berhasil terisi atau dilamar.

“Artinya, ada gap sebesar 76 persen yang belum terisi. Ini tantangan sekaligus peluang besar,” ujarnya, dikutip dari Antaranews.

Ia menilai pasokan lulusan SMK maupun perguruan tinggi belum sepenuhnya selaras dengan kebutuhan pasar tenaga kerja global.

Untuk menjembatani kesenjangan kompetensi tersebut, Kementerian P2MI mendorong kerja sama lintas sektoral dengan menggandeng 12 kementerian dan lembaga yang memiliki fasilitas vokasi dan pelatihan, termasuk Bappenas.

Kerja sama itu ditujukan untuk meningkatkan kompetensi calon pekerja migran agar dapat mengisi peluang kerja formal di pasar global.

Sementara itu, Rachmat Pambudy mengapresiasi rancangan besar dan peta jalan yang disiapkan Kementerian P2MI.

Ia menilai program-program yang disusun sudah komprehensif, terutama dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas calon pekerja migran.

“Apa yang dipaparkan Pak Mukhtarudin ini sejalan dengan Pembukaan UUD 1945. Kita harus ingat bahwa setiap warga negara yang berada di luar negeri adalah duta Indonesia,” kata Rachmat.

Menurut dia, kualitas pelindungan dan pembekalan kompetensi pekerja migran sangat penting karena akan mencerminkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di mata dunia.

“Oleh karena itu, pekerja migran bukan hanya harus dilindungi, tetapi penampilan dan kapasitas mereka juga harus mencerminkan kualitas terbaik orang Indonesia,” ujarnya.

Untuk mendukung program strategis Kementerian P2MI, seperti Migrant Center, integrasi vokasi, dan program Quick Win SMK Global, Rachmat menyatakan Bappenas siap memperkuat dukungan dari sisi perencanaan dan penganggaran nasional.

Ia mengatakan Bappenas berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem pekerja migran agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami dari Bappenas, dalam rangka kerja sama yang lebih baik lagi, pada prinsipnya pasti akan membantu. Tugas kami di sini adalah mendukung penuh kementerian dan lembaga,” kata Rachmat.

“Kami percaya bahwa perencanaan yang baik, jika dieksekusi dengan baik, maka manfaatnya akan dirasakan dengan baik pula oleh seluruh masyarakat,” tambahnya. []

Leave a Reply