Menperin Agus Gumiwang: Semangat Kemerdekaan Harus Perkuat Industri Nasional

MENTERI Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui sinergi dan kerja bersama untuk mendorong penguatan industri nasional yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.

“Semangat ini tercermin dari komitmen pemerintah untuk memperkuat struktur industri nasional yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” kata Menperin dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Jakarta, Senin (17/8/2026).

‎Menperin mengatakan, industri nasional yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing akan memberikan multiplier effect yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Disampaikan dia pula, peringatan HUT RI menjadi momen refleksi untuk terus semangat mengisi kemerdekaan melalui kontribusi nyata.

Menurut Menperin, peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi estafet semangat dalam membangun bangsa melalui kontribusi nyata.

Adapun rangkaian kegiatan peringatan yang dilakukan pihaknya diawali dengan upacara peringatan HUT ke-81 RI yang diikuti seluruh pegawai di lingkungan Kemenperin yang menggunakan pakaian adat dan wastra Nusantara dengan tema mengangkat pahlawan nasional.‎

Penggunaan pakaian adat dan wastra Nusantara menjadi momentum untuk menegaskan bahwa kekayaan budaya merupakan bagian dari ekosistem industri nasional.‎

Industri fesyen dan wastra Nusantara dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sektor yang menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus mengangkat kekayaan budaya dan kearifan lokal Indonesia.

Sebelumnya, Menperin Agus Gumiwang menyatakan, Indonesia memiliki peluang strategis untuk menjadi pusat industri fashion, khususnya modest fashion, seiring besarnya potensi pasar global dan kekuatan ekosistem industri dalam negeri.

Derasnya arus informasi di media sosial juga menurutnya, membuat tren penggunaan produk modest fashion kini menjadi lebih inklusif dan tidak hanya terbatas pada penggunaan oleh umat muslim saja.

Berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy Report 2024/2025, pada tahun 2023 konsumsi fashion Muslim dunia mencapai 327 miliar dolar AS dan diproyeksikan meningkat menjadi 433 miliar dolar AS pada tahun 2028. []

Leave a Reply