Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI, Firman Soebagyo, menggelar kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat MPR RI di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 perempuan dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan organisasi perempuan di Kabupaten Pati.
Sejumlah organisasi turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Al-Hidayah, Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI), Himpunan Aktivis Perempuan Penggerak Kader Demokrasi (HAPPKAD), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KORNI), Himpunan Wanita Karya (HWK), serta Muslimat se-Kabupaten Pati.
Dalam forum tersebut, Firman tidak hanya menyampaikan materi mengenai Empat Pilar MPR RI dan wawasan kebangsaan, tetapi juga membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk menyerap berbagai persoalan dan kebutuhan yang berkembang di daerah.
Menurut Firman, kegiatan penyerapan aspirasi menjadi bagian penting dari fungsi anggota parlemen untuk memastikan suara masyarakat tidak berhenti di ruang pertemuan, tetapi dapat dibawa dan diperjuangkan dalam proses kebijakan di tingkat nasional.
“Penyerapan aspirasi ini penting agar kami sebagai Anggota DPR RI dapat mendengar secara langsung apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan masyarakat di daerah. Aspirasi tersebut kemudian menjadi bahan untuk kami perjuangkan di tingkat pusat,” ujar Firman.
Perkuat Pemahaman Empat Pilar dan Wawasan Kebangsaan
Firman juga menekankan pentingnya edukasi mengenai Empat Pilar MPR RI dan wawasan kebangsaan di tengah masyarakat. Menurutnya, pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan harus terus diperkuat agar Pancasila tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuannya agar masyarakat lebih memahami pentingnya berbangsa dan bernegara, serta memahami dan mengamalkan Pancasila sebagai ideologi negara,” jelasnya.
Ia menilai penguatan wawasan kebangsaan semakin penting di tengah dinamika sosial yang berkembang. Masyarakat perlu memiliki pemahaman yang kuat mengenai nilai persatuan, gotong royong, toleransi, serta kehidupan demokrasi agar pembangunan nasional dapat berjalan dengan tetap berpijak pada karakter dan jati diri bangsa.
Beri Penghargaan kepada Awak Media
Dalam kesempatan tersebut, Firman juga memberikan penghargaan berupa plakat DPR RI kepada awak media sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi pers dalam menginformasikan berbagai kegiatan dan aktivitas anggota parlemen kepada masyarakat.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Agus Pambudi, wartawan senior PAS FM sekaligus kontributor RRI. Sebelumnya, penghargaan serupa juga telah diberikan kepada Media Lingkar Jateng Pati.
Firman mengatakan, media memiliki peran penting dalam membangun komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat. Pemberitaan media menjadi salah satu jembatan agar aktivitas anggota DPR RI dapat diketahui publik secara lebih luas.
“Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi saya selaku Anggota DPR RI dan Wakil Ketua Fraksi Golkar MPR RI. Mas Agus secara aktif meliput kegiatan-kegiatan yang saya lakukan, baik di tingkat pusat maupun di daerah,” ujar Firman.
Menurutnya, hubungan yang baik antara anggota parlemen dan media lokal perlu terus diperkuat. Media tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menjadi kanal komunikasi yang membantu masyarakat menyampaikan aspirasi kepada wakilnya di parlemen.
“Dengan pemberitaan dari media, semua aktivitas Anggota Dewan dapat diketahui publik. Harapan kami, melalui pemberitaan ini masyarakat juga bisa menyampaikan aspirasi dan usulan-usulan program melalui Anggota DPR RI,” tegasnya.
Aspirasi Perempuan Pati Dibawa ke Senayan
Sementara itu, forum tersebut juga dimanfaatkan para peserta untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan perempuan di Kabupaten Pati.
Sejumlah isu yang mengemuka antara lain pemberdayaan ekonomi perempuan, peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan, serta penguatan sektor pendidikan perempuan.
Firman mengatakan, berbagai masukan tersebut akan menjadi catatan penting untuk dibawa ke Senayan. Menurutnya, aspirasi yang disampaikan masyarakat merupakan bagian penting dalam memastikan kebijakan pemerintah dan parlemen memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan di daerah.
“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami catat dan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai dengan kewenangan dan mekanisme yang ada,” katanya.
Firman menegaskan, keterlibatan perempuan dalam pembangunan harus terus diperkuat. Perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat kebijakan, tetapi juga memiliki posisi strategis sebagai penggerak keluarga, masyarakat, dan pembangunan ekonomi daerah.
Karena itu, menurutnya, ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat harus terus dibuka agar kebijakan yang dihasilkan memiliki dasar aspirasi yang kuat dan mampu menjawab persoalan nyata di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, Firman berharap komunikasi antara masyarakat Pati dengan wakilnya di parlemen semakin kuat. Di sisi lain, penguatan wawasan kebangsaan diharapkan mampu menjadi fondasi bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan sekaligus berpartisipasi aktif dalam pembangunan. {golkarpedia}











