ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Komisi IV DPR RI Komisi IV, Eko Wahyudi menghadiri kegiatan Safari Gemarikan yang berlangsung di rumah Ratono, Desa Kalirejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (7/5/2026).
Acara tersebut turut dihadiri oleh Elfia Nuraini, Aan Ainur Rofiq, serta sejumlah tokoh lainnya seperti Sigit Kusharianto, Mansur, dan Sri Untari. Puluhan undangan juga terlihat hadir dalam kegiatan tersebut.
Safari Gemarikan sendiri merupakan bagian dari kampanye peningkatan konsumsi ikan masyarakat, sekaligus upaya memperkuat sektor perikanan serta mendorong pertumbuhan UMKM olahan ikan di wilayah Bojonegoro.
Dalam kesempatan itu, Eko Wahyudi menegaskan bahwa sektor pertanian dan perikanan menjadi bidang strategis di Bojonegoro yang perlu diselaraskan dengan program pemerintah pusat dan daerah.
“Bojonegoro ini segmentasinya pertanian dan perikanan. Nah, ini linear dengan program pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten sehingga kegiatan hari ini bisa terlaksana,” kata Eko Wahyudi dikutip dari FraksiGolkar, Jumat (8/5/2026).
Ia juga menekankan bahwa pengembangan sektor perikanan tidak cukup hanya pada budidaya, tetapi harus diperluas hingga produk turunan agar memberi dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat.
“Itu untuk ikan dalam konteks budidaya termasuk turunannya, olahan-olahannya, supaya nanti output goal-nya UMKM bisa masuk dan pendapatan per kapita masyarakat meningkat sesuai program Pak Bupati dan Bu Wabup,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas pemerintah agar program yang dijalankan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kolaborasi sinkron yang output goal-nya secara langsung bisa dinyatakan dan dirasakan oleh masyarakat dengan masing-masing segmen. Kebetulan hari ini segmennya adalah perikanan,” tutup Eko Wahyudi.
Sementara itu, Elfia Nuraini menyampaikan bahwa Kabupaten Bojonegoro siap menjadi percontohan (pilot project) berbagai program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, termasuk program mina padi dan bantuan bioflok.
“Bojonegoro dan kami Dinas Peternakan dan Perikanan siap sebagai pilot project ke depannya untuk kegiatan-kegiatan yang di KKP. Banyak ajuan yang siap dikawal oleh Bapak seperti mina padi dan bantuan bioflok. Jadi Bojonegoro siap menerima dan siap melaksanakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah juga tengah menjalankan berbagai program unggulan untuk menekan angka kemiskinan, seperti bantuan ayam petelur Gayatri, domba, hingga kolam lele keluarga.
“Program unggulan Bapak Bupati dan Ibu Wakil ini tidak hanya untuk menurunkan angka kemiskinan, tetapi juga menurunkan angka stunting,” katanya.
Elfia turut mengungkapkan bahwa tingkat konsumsi ikan masyarakat Bojonegoro masih berada di bawah rata-rata provinsi maupun nasional. Karena itu, penguatan produksi ikan terus dilakukan melalui bioflok, kolam budidaya, serta pemanfaatan potensi perairan seperti Sungai Bengawan Solo dan waduk-waduk yang ada di Bojonegoro.
“Bojonegoro memang tidak punya laut, tetapi punya Bengawan Solo yang panjang. Di Kanor sudah banyak nelayan yang menangkap ikan. Potensi waduk juga memberikan kontribusi terhadap ketersediaan ikan di Kabupaten Bojonegoro,” terangnya.
Ia berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk dukungan dari Komisi IV DPR RI, dapat mempercepat penurunan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami sangat matur suwun atas rawuhannya Bapak Eko. Kami berharap kolaborasi dengan program pemerintah pusat bisa membantu program penurunan angka kemiskinan di Bojonegoro. Kami dari Dinas Peternakan dan Perikanan siap mengawal karena sudah ada penyuluh di setiap kecamatan,” pungkasnya. []











