SEJAK dikukuhkan Gubernur NTT Melki Laka Lena 27 Februari lalu, Tim Kerja Percepatan Program Pembangunan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT), publik menanti progres dan capaian tim khusus tersebut.
Tim Percepatan Pembangunan NTT yang dibentuk melalui Keputusan Gubernur NTT Nomor 153A/KEP/HK itu, sejatinya menjadi instrumen Pemerintah Provinsi NTT dalam rangka mempercepat pencapaian target pembangunan daerah.
Tim itu kemudian dipilah menjadi Lima tim yang terdiri dari; Tim Akselerasi Dasar Cita dan Sinergitas Program Pusat-Daerah, Tim Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah, Tim Pendataan dan Penanggulangan Kemiskinan, Tim Penguatan Ekonomi Kerakyatan, serta Tim Komunikasi Pemerintah.
Guna mengetahui sejauh mana progresnya, wartawan victorynews.id, Mikael Umbu mewawancarai Gubernur NTT Melki Laka Lena dan salah satu Koordinator Tim, yaitu Tim Penguatan Ekonomi Kerakyatan Selfie Nange secara terpisah, Kamis (9/7/2026) kemarin.
Dalam wawancara tersebut, Gubernur Melki menegaskan bahwa seluruh program pembangunan Meki-Johni diarahkan berjalan dalam satu ekosistem yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Menurut Gubernur Melki, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) tidak lagi bekerja sendiri, tetapi berkolaborasi dengan instansi vertikal, BUMN, BUMD, perbankan, pemerintah kabupaten/kota, hingga berbagai komunitas.
“Kita terus membangun ekosistem dalam berbagai program di NTT sehingga tidak semua OPD berjalan sendiri, tetapi berada dalam satu ekosistem bersama. Isu-isu seperti pengentasan kemiskinan maupun penguatan ekonomi kerakyatan harus dikerjakan bersama oleh semua pihak,” tegas Gubernur Melki, dikutip dari Victorynews.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama dalam ekosistem tersebut adalah penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan NTT Mart dan perluasan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Konsep NTT Mart, lanjut Melki, dibangun melalui tiga pilar, yakni One Village One Product, One Community One Product, dan One School One Product.
Pemerintah juga mulai mendorong penyaluran KUR ke lingkungan kampus dan selanjutnya akan diperluas ke sekolah-sekolah serta para alumni perguruan tinggi agar semakin banyak generasi muda menjadi pelaku usaha.
Selalu Pantau
Koordinator Tim Penguatan Ekonomi Kerakyatan Selfie H Nange mengatakan pembentukan lima tim kerja bertujuan memastikan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dapat dicapai melalui penguatan koordinasi, sinkronisasi, dan integrasi program pembangunan.
“Pak Gubernur selalu memantau perkembangan masing-masing tim karena tim ini dibentuk secara khusus untuk mempercepat pencapaian target pembangunan,” kata Selfi yang juga menjabat Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi NTT itu.
Khusus Tim Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Selfie menjelaskan pihaknya telah membentuk empat bidang kerja, yakni produksi, literasi keuangan, permodalan, dan pemasaran.
Pemerintah juga berperan sebagai penghubung antara perbankan anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank NTT dengan pelaku UMKM agar akses pembiayaan semakin luas.
Salah satu program yang telah dijalankan adalah KUR Goes to Campus, termasuk di Universitas Nusa Cendana (Undana). Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh edukasi mengenai akses pembiayaan usaha dari Bank NTT dan BRI.
Bahkan, kata Selfie, Melki Laka Lena meminta Bank NTT dan BRI masing-masing menyiapkan kuota penerima KUR bagi mahasiswa yang telah memiliki produk usaha melalui mata kuliah kewirausahaan.
Program tersebut sekaligus mendukung implementasi One School One Product, di mana produk mahasiswa yang memenuhi standar akan dipasarkan melalui NTT Mart sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi kerakyatan di NTT.
Bagi Selfie, keberhasilan percepatan pembangunan membutuhkan kolaborasi seluruh unsur pentahelix, yakni pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Sehingga setiap program dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. []











