Musda Partai Golkar Sulsel Memanas, IAS Klaim Didukung 15 DPD II

PETA persaingan menuju Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan 2026 semakin dinamis. Tak sampai sepekan setelah menerima surat rekomendasi diskresi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengklaim telah mengantongi dukungan dari 15 DPD II Partai Golkar kabupaten/kota.

Sejumlah ketua DPD II bahkan hadir langsung untuk menyerahkan surat dukungan kepada IAS. Mereka di antaranya Ketua Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak, Ketua Golkar Luwu Timur Aripin, Ketua Golkar Palopo Rahmat Masri Bandaso, Plt Ketua Golkar Barru Rahman Pina, Ketua Golkar Sinjai Kartini Ottong, Ketua Golkar Toraja Utara Yohanis Bassang, Ketua Golkar Pangkep Andi Ilham Zainuddin, dan Ketua Golkar Bone Andi Fashar Padjalingi.

Selain itu, beberapa DPD II diwakili oleh pengurusnya, seperti Sekretaris Golkar Bulukumba Arkam, Sekretaris Golkar Sidrap Ahmad Shalihin Halim, Sekretaris Golkar Maros, serta Taufan Pawe yang mewakili Ketua Golkar Parepare.

Sementara itu, DPD II Golkar Selayar telah menyatakan dukungan secara lisan, sedangkan Golkar Luwu Utara mengirimkan surat dukungan secara virtual.

Adapun Ketua Golkar Tanah Toraja Victor Datuan Batara turut menghadiri pertemuan tersebut. Namun, surat dukungan dari DPD II Tanah Toraja belum dinyatakan sah karena belum ditandatangani sekretaris partai.

Dukungan terbaru datang dari DPD II Partai Golkar Kabupaten Gowa. Dukungan tersebut diberikan menjelang pelaksanaan Musda XI Partai Golkar Sulawesi Selatan yang akan memilih Ketua DPD Partai Golkar Sulsel periode berikutnya.

Dukungan itu tertuang dalam surat bernomor 021/DPD-II/PG/GW/VII/2026 yang ditandatangani Ketua DPD II Golkar Gowa Abbas Syam dan Sekretaris Kaswandi.

Dalam surat tersebut, DPD II Golkar Gowa menegaskan tidak akan mendukung atau memilih bakal calon ketua lain serta tidak akan menerbitkan surat rekomendasi kepada kandidat selain Ilham Arief Sirajuddin.

Tak hanya itu, surat tersebut juga menegaskan bahwa apabila terdapat surat rekomendasi lain, baik yang diterbitkan sebelum maupun setelah surat tersebut ditandatangani, maka surat itu dinyatakan tidak berlaku.

Menanggapi dukungan yang terus mengalir, IAS mengajak seluruh pengurus DPD II Golkar bersikap bijak menyikapi keputusan diskresi yang diterbitkan DPP Partai Golkar.

Menurutnya, diskresi yang diberikan DPP bukan sekadar surat rekomendasi, melainkan kebijakan partai yang harus dihormati dan dikawal oleh seluruh kader.

“Sehingga teman-teman yang sadar akan tanggung jawab akhirnya memberikan dukungan. Bukan berarti Pak Appi tidak bagus, tetapi teman-teman pemilik suara melihat saya mendapatkan diskresi dari DPP Golkar untuk maju sebagai calon Ketua Golkar Sulsel,” ujar IAS, dikutip dari Fajar.

Musda XI Golkar Sulsel diperkirakan akan berlangsung kompetitif. Selain IAS, nama Ketua DPD II Golkar Makassar Munafri Arifuddin atau Appi juga disebut sebagai kandidat kuat. Sebelumnya, Appi mengklaim telah mengantongi dukungan dari 21 DPD II Partai Golkar kabupaten/kota. []