PELAKSANA Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), Muhidin M Said tegas membantah pernyataan yang menyebut bursa calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel telah mengerucut hanya pada dua nama.
Muhidin menegaskan, Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulsel tetap terbuka bagi seluruh kader yang memenuhi syarat untuk maju sebagai calon ketua.
Wakil Ketua Banggar DPR RI dari Fraksi Partai Golkar itu menegaskan tidak ada pembatasan jumlah kandidat dalam proses penjaringan yang tengah berjalan.
“Memang sudah ada yang bertemu Ketua Umum, tapi pokoknya kita libatkan semua di dalam itu nanti. Pada akhirnya akan muncul satu nama yang disepakati secara mufakat,” ujar Muhidin saat dimintai tanggapan terkait kabar mengerucutnya dua nama jelang Musda Partai Golkar Sulsel, Rabu (6/5/2026).
Muhidin menilai banyaknya figur yang muncul justru menjadi hal positif bagi organisasi. Menurutnya, hal itu menunjukkan adanya keinginan besar dari kader untuk membesarkan Partai Golkar di Sulsel.
“Ini bagus karena ada keinginan untuk membesarkan partai. Tapi nanti akhirnya kita cari asas musyawarah mufakat. Semua kader dan pemilik suara dilibatkan, tidak ada yang ditinggal,” jelasnya.
Meski demikian, Muhidin menegaskan proses pencalonan tetap harus mengacu ketentuan internal partai, khususnya prinsip Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela (PDLT). Ia menyebut PDLT menjadi syarat utama bagi setiap kader yang ingin maju sebagai calon ketua.
“Kalau ada yang tidak memenuhi PDLT, harus ada diskresi dari Ketua Umum Bahlil Lahadalia. Kalau tidak ada diskresi, berarti tidak berkenan untuk maju,” tegasnya.
Plt Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Arief Rosyid Hasan sebelumnya mengklaim bursa calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel mengerucut hanya pada dua nama, yakni Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Andi Ina Kartika Sari.
Arief Rosyid sebut ini hasil komunikasi internal dan pertemuan dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Dimana terdapat dua nama yang disebut paling menonjol dalam bursa calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel.
Namun, Muhidin menegaskan bahwa dinamika tersebut belum final dan seluruh kader masih memiliki kesempatan yang sama untuk maju dalam Musda Partai Golkar Sulsel yang rencananya digelar di Makassar sebelum Idul Adha 2026.
Sementara itu, Ketua Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah XI Armin Mustamin Toputiri mengatakan, pendaftaran bakal calon akan dibuka seluas-luasnya.
Hal itu disampaikan Armin menjawab pertanyaan wartawan soal wacana kandidat calon Ketua Partai Golkar Sulsel mengerucut pada dua nama. Armin mengatakan, sampai hari ini belum ada calon ketua dan belum ada pendaftaran.
“Siapapun boleh mendaftar bakal calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel. Bahkan orang PKI dan Rusia pun bisa mendaftar bakal calon ketua,” kata Armin.
SC, kata Armin, tidak membatasi pendaftaran bakal calon Ketua Partai Golkar Sulsel maksimal dua nama. Siapapun dibolehkan mendaftar. Salah satunya dengan membuka penjaringan bakal calon ketua sesuai aturan juklak.
Sebelumnya ramai diberitakan, bakal calon Ketua DPD I Golkar Sulsel mengerucut pada dua nama saja. Hal itu disampaikan Plt Wakil Sekretaris DPD I Golkar Sulsel Arief Rosyid Hasan.
Jika tidak ada aral melintang, Musda Partai Golkar Sulsel dijadwalkan sebelum lebaran Iduladha 2026. Muhidin ingin menuntaskan agenda konsolidasi kader sebelum musda. Rencananya Muhidin akan mengumpulkan ketua-ketua DPD II Golkar Kabupaten/kota di Kabupaten Soppeng. []











