DEWAN Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) se-Provinsi Jatim. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas anggota Dewan dalam merespons berbagai kebutuhan masyarakat, hingga menghadapi dinamika global.
Ketua Harian DPD Partai Golkar Jatim Adi Wibowo menyatakan, tahun 2026 menjadi momentum penting dalam menghadapi tantangan politik ke depan. Menurutnya, Partai Beringin harus memanaskan situasi politik jelang kontestasi yang semakin dekat, utamanya menghadapi tahun politik.
“Bimtek ini menjadi upaya penguatan kapasitas sekaligus peran anggota fraksi di tingkat provinsi serta kabupaten/kota, agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat di tengah dinamika global saat ini,” ujarnya, di Surabaya, Jatim, Senin (4/5/2026) malam.
Adi menjelaskan, kegiatan yang diikuti anggota Fraksi Partai Golkar dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota itu difokuskan pada peningkatan kompetensi legislator dalam merespons dinamika global, nasional, dan lokal yang terus berkembang.
Menurutnya, peningkatan kapasitas diperlukan agar anggota DPRD mampu menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran secara optimal. Adi menambahkan, perubahan global yang berdampak hingga daerah, menuntut anggota Dewan untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan fungsi representasi.
“Bimtek bukan sekadar agenda rutin partai, tapi langkah strategis untuk memastikan legislator Golkar tetap relevan menjawab tantangan zaman. Kami ingin menguatkan kapasitas dan peran anggota Fraksi Partai Golkar di tengah masyarakat,” tegasnya, dikutip dari RM.
Adi juga menyoroti perkembangan teknologi informasi yang telah mengubah pola demokrasi dan hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat. Sebab itu, dia meminta seluruh kader Golkar semua tingkatan beradaptasi dengan kondisi tersebut.
“Kemajuan teknologi informasi memberikan warna bagi demokrasi kita. Ini menjadi keniscayaan, sehingga anggota Golkar harus mampu bertransformasi dalam perubahan yang begitu cepat,” ucap Wali Kota Pasuruan itu.
Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim Blegur Prijanggono menambahkan, materi Bimtek disusun secara komprehensif dengan melibatkan sejumlah narasumber, termasuk dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Menurut dia, salah satu fokus utama adalah peningkatan pemahaman terkait pengelolaan keuangan daerah guna mendukung fungsi pengawasan yang akuntabel. “Penguatan kapasitas tata kelola keuangan menjadi penting, agar anggota DPRD mampu menjalankan pengawasan secara efektif,” ujarnya.
Blegur menambahkan, materi tersebut sangat penting bagi anggota fraksi yang duduk di Badan Anggaran (Banggar). Dengan begitu, harap dia, seluruh kader Partai Beringin bisa memahami proses perencanaan hingga pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara utuh.
“Bimtek ini akan menjadikan para anggota Fraksi Golkar lebih mengerti dan memahami perencanaan, pembuatan, hingga pengawasan APBD di masingmasing daerah. Materi yang diberikan dirancang untuk meningkatkan kinerja legislator agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar di DPRD Jatim, Pranaya Yuda menilai, peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan mendesak di tengah perubahan kebijakan yang berlangsung cepat. Karenanya, anggota legislatif dituntut mampu bertransformasi mengikuti perkembangan kebijakan serta tekanan global dan nasional.
“Kami berharap, hasil bimtek ini dapat diimplementasikan dalam kerja nyata di lapangan. Dengan begitu, seluruh anggota Fraksi Partai Golkar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara responsif di tengah tantangan yang kian kompleks,” tandasnya. []











