MENTERI ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, proses uji coba compressed natural gas (CNG) sebagai pengganti liquified petroleum gas (elpiji) 3 kilogram (kg) akan dilakukan di China dan Indonesia.
“Ada dua (lokasi uji coba). Satu, karena pabriknya itu ada di China. Dan yang kedua adalah kita akan melakukan di Indonesia,” kata Bahlil, di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Bahlil mengatakan, CNG pengganti tabung gas melon perlu diuji coba karena tekanannya mencapai 250 bar. “3 kilogram ini daya tekanannya kan besar, 250 bar. Jadi, ini harus dicek dulu,” ujar dia, dikutip dari Kompas.
Bahlil mengatakan, CNG untuk ukuran 12 kg dan 20 kg yang dipakai industri sudah berjalan.
“Itu untuk 12 kilo sama 20 kilo lebihnya kan sudah jalan. Di hotel-hotel, restoran, di MBG itu sudah jalan. Tapi, kan kita lagi melakukan uji coba terhadap tabung yang 3 kilogram untuk rakyat,” ujar dia.
Sebelumnya pada awal Mei 2026, Bahlil menyatakan, penerapan CNG telah memasuki tahap uji coba. Kala itu, ia menyebut, pemerintah masih melakukan pembahasan teknis dan pengujian terhadap tabung CNG ukuran 3 kg sebelum digunakan secara luas oleh masyarakat untuk menggantikan elpiji 3 kg.
“CNG ini untuk 3 kg, masih kita melakukan exercise dan uji coba terhadap tabungnya,” ujar Bahlil, saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Ia menuturkan, penggunaan CNG sebenarnya sudah diterapkan untuk tabung ukuran 12 kg dan 20 kg yang digunakan hotel dan restoran. Namun, pemerintah masih mencari formulasi yang tepat agar CNG bisa digunakan rumah tangga melalui tabung ukuran 3 kg.
“Rakyat kan enggak mungkin kita suruh yang berat-berat itu, 20 kg. Ini yang kita lagi godok, dan sudah kita kerjakan sebenarnya sejak setahun lalu. Tapi, untuk mendapatkan teknologi yang 3 kg, ini kita lagi tes,” ujar dia. []











