MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut proyek melamin pertama di Indonesia sebagai tonggak penting dalam perjalanan pengembangan industri nasional, khususnya dalam mendorong hilirisasi sektor energi dan kimia.
Dalam pidato yang disampaikan melalui video pada acara peletakan batu pertama proyek tersebut, Rabu, Airlangga mengatakan proyek ini akan mengolah gas alam menjadi amonia cair yang selanjutnya dikembangkan menjadi produk turunan seperti urea, melamin, hingga amonium nitrat.
Ia menyatakan proyek tersebut diharapkan mendukung sejumlah sektor strategis seperti pertanian, industri kimia, serta manufaktur, sekaligus membuka peluang ekspor dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global, dikutip dari Antaranews.
Proyek itu berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, dengan nilai investasi sekitar 600 juta dolar AS yang ditanamkan oleh PT GEABH Joint Technology, anak perusahaan perusahaan China Sichuan Golden Elephant Sincerity Chemical Co., Ltd.
Airlangga menilai proyek tersebut dapat membantu menutup kesenjangan pasokan melamin di pasar domestik.
Sementara itu, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong mengatakan rantai industri energi dan kimia memiliki peran strategis dalam menghubungkan sumber daya energi dengan produksi pertanian.
Menurut dia, peningkatan kapasitas pasokan input utama seperti energi dan pupuk serta pembangunan yang terkoordinasi di seluruh rantai industri menjadi penting untuk mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Ia menambahkan, proyek tersebut dinilai dapat memperkuat rantai industri energi dan kimia di Indonesia, meningkatkan swasembada produk penting seperti pupuk, mendorong pembangunan ekonomi daerah, serta berkontribusi pada industrialisasi nasional, demikian Xinhua dikutip Senin (13/4/2026). []











