GUBERNUR Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily meminta kepada seluruh anggota Ikatan Keluarga Alumni (IKAL)-Lemhannas menjalankan proses pemilihan ketua umum dengan kondusif dan tidak melahirkan konflik internal.
Hal tersebut disampaikan Ace saat jumpa pers usai membuka Musyawarah Luar Biasa IKAL-Lemhannas di Gedung Lemhannas, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026), dikutip dari Antaranews.
“Saya kira para peserta ini karena mereka sudah dicetak menjadi negarawan, tentu akan ada solusi yang terbaik di tengah perbedaan pilihan dan itulah kita,” kata Ace.
Menurutnya, siapapun yang nantinya terpilih menjadi Ketua Umum IKAL-Lemhannas harus mampu berkontribusi terhadap penguatan ketahanan negara dan mendukung program strategis pemerintah.
Hal tersebut, kata Ace, harus dilakukan jajaran IKAL-Lemhannas mengingat mereka merupakan tokoh pemimpin nasional yang dicetak di Lemhannas untuk memajukan bangsa.
Ia sendiri menampik kabar yang beredar bahwa ada dualisme antar beberapa pihak yang memperebutkan kursi Ketua Umum IKAL-Lemhannas pasca kepemimpinan Agum Gumelar selaku Ketua Umum IKAL-Lemhannas.
“Sejauh ini kan tidak ada dualisme ya, semua ada di dalam satu kekeluargaan para alumni Lemhannas yang memiliki kekompakan,” kata Ace.
Oleh karena itu, Ace mengharapkan kekompakan itu terus terjaga hingga akhirnya terpilih ketua umum yang definitif. Dia juga meminta proses pemilihan ketua umum itu didasari oleh kepentingan organisasi, bukan sebagian kelompok semata.
“Insya Allah saya selaku Ketua Dewan Pembina tentu harus terus menjaga agar kondisinya tetap kondusif dalam memastikan IKAL-Lemhannas solid dalam mengawal kebijakan pemerintah dan almamater kita,” kata Ace.
Untuk diketahui, Munaslub ini digelar setelah sebelumnya Agum Gumelar mengundurkan diri dari jabatan IKAL pada Januari 2026 setelah sebelumnya menjabat selama lima periode.
Sejak saat itu, IKAL dipimpin oleh Plt Ketua Umum Mustafa Abubakar hingga saat ini. Beberapa nama pun sempat muncul dalam bursa pemilihan ketua umum IKAL. Beberapa diantaranya yakni Eks Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Dudung Abdulrachman dan Mustafa Abubakar. []











