ANGGOTA Komisi VII DPR RI, Andhika Satya Wasistho menegaskan bahwa tradisi pelarungan di Jepara merupakan wujud nyata pelestarian nilai-nilai budaya sekaligus ekspresi rasa syukur masyarakat pesisir kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Menurutnya, tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari ritual tahunan, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam memperkuat identitas daerah serta menjaga harmoni antara manusia alam, dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Pelarungan Jepara bukan sekadar tradisi, tetapi cerminan hubungan spiritual masyarakat pesisir dengan alam. Ini adalah warisan budaya yang mengajarkan keseimbangan dan rasa syukur,” ujar Andhika, dikutip dari FraksiGolkar, Minggu (29/3/2026).
la juga menekankan bahwa sebagai bagian dari bangsa Indonesia, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk merawat dan melestarikan warisan budaya. Hal ini penting sebagai fondasi dalam membangun karakter bangsa dan memperkuat jati diri nasional di tengah arus modernisasi.
Andhika menambahkan, Jepara telah menunjukkan bahwa budaya bukan hanya simbol masa lalu, tetapi juga kekuatan masa kini yang mampu menyatukan masyarakat serta memperkuat nilai nilai kebangsaan.
Jepara terus membuktikan bahwa budaya adalah kekuatan, dan tradisi adalah warisan yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” pungkasnya. []











