ANGGOTA Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, khususnya melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM bertema “Perempuan, UMKM, dan Ekonomi Keluarga” yang digelar di Aula MPW Pemuda Pancasila Lampung, Bandar Lampung, Sabtu (18/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Rycko menilai perempuan memiliki keunggulan alami seperti ketelitian dan kreativitas yang menjadi modal penting dalam mengembangkan usaha. Menurutnya, jika potensi tersebut dikelola secara optimal melalui UMKM maupun koperasi, perempuan mampu menjadi penggerak utama ekonomi keluarga.
“Perempuan punya kekuatan besar dalam membangun ekonomi dari level paling dasar. Dengan dukungan yang tepat, mereka bisa menciptakan usaha yang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang,” ujarnya dalam keterangan tertulis ke Parlementaria, Selasa (21/4/2026), dikutip dari laman DPR RI.
Ia juga mendorong perempuan di Lampung untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan berani mengambil peran lebih luas di sektor ekonomi. Menurutnya, daya saing menjadi kunci agar pelaku usaha perempuan mampu bersaing di tingkat lokal maupun nasional.
Sebagai mitra kerja yang membidangi koperasi, UMKM, dan ekonomi kreatif, Komisi VII DPR RI, lanjutnya, berkomitmen mendukung penguatan peran perempuan melalui berbagai program pemberdayaan.
“Kami ingin semakin banyak perempuan yang mandiri secara ekonomi dan mampu menciptakan lapangan kerja baru, khususnya di Bandar Lampung,” tambahnya.
Secara historis, perempuan telah menjadi bagian penting dalam ekosistem UMKM di Indonesia. Di Lampung sendiri, berbagai produk unggulan seperti kain tapis, kopi robusta, hingga olahan berbasis pisang banyak dikembangkan oleh pelaku usaha perempuan.
Peran tersebut dinilai tidak hanya menjaga keberlanjutan budaya lokal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di tingkat nasional, kontribusi perempuan dalam UMKM juga sangat signifikan, dengan jumlah pelaku usaha perempuan yang mencapai lebih dari 60 persen. Sektor ini terbukti tangguh dalam menghadapi krisis ekonomi karena fleksibilitas dan kemampuan adaptasinya.
Selain itu, produk UMKM yang dikelola perempuan dinilai memiliki keunggulan di pasar global, terutama dari sisi kualitas, nilai etis, dan keberlanjutan, yang kini menjadi perhatian utama konsumen internasional.
Rycko juga menyoroti posisi strategis Provinsi Lampung sebagai pintu gerbang Sumatera yang membuka peluang besar bagi pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.
“UMKM merupakan sektor yang cepat menyerap tenaga kerja. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan perempuan Lampung bisa menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi daerah,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara regulasi melalui UU Nomor 20 Tahun 2008 dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat mendorong pelaku UMKM perempuan untuk menembus pasar digital global, sekaligus membawa identitas lokal Lampung ke tingkat internasional. []











