WAKIL Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga mengatakan langkah memperkuat pasar nasional melalui optimalisasi penggunaan produk lokal yang diinisiasi oleh Menteri Perindustrian merupakan kunci kebangkitan industri nasional secara menyeluruh. Menurut dia, ketika industri nasional bangkit maka lapangan pekerjaan akan terbuka luas.
“Ketika produk lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri, maka industri nasional akan tumbuh, kapasitas produksi meningkat, dan efek langsungnya adalah terbukanya lapangan kerja yang luas,”kata Lamhot dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Lamhot menjelaskan kebijakan yang dilakukan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang mendorong belanja dan penggunaan produk dalam negeri bukan sekadar strategi ekonomi, tetapi menjadi fondasi penting dalam memperkuat struktur industri nasional secara menyeluruh.
Ia menegaskan, sektor industri pengolahan saat ini merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai sekitar 19,07 persen pada 2025, menjadikannya sektor dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi nasional.
Tidak hanya itu, ia melanjutkan, sektor ini juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi dengan tren pertumbuhan yang stabil dan meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Dia menjelaskan bahwa penguatan produk lokal akan memberikan efek domino yang sangat signifikan terhadap perekonomian nasional.
Menurut dia, ketika permintaan terhadap produk dalam negeri meningkat, maka industri akan terdorong untuk meningkatkan produksi, yang pada akhirnya membutuhkan tambahan tenaga kerja.
“Ini bukan hanya soal substitusi impor, tetapi soal menciptakan ekosistem industri yang sehat. Dari hulu ke hilir akan bergerak, mulai dari bahan baku, distribusi, hingga sektor jasa pendukung,” ujarnya, dikutip dari Antaranews.
Data pemerintah menunjukkan bahwa sektor manufaktur Indonesia telah menyerap sekitar 18,82 juta tenaga kerja hingga 2024, menjadikannya salah satu penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.
Ia menilai, angka tersebut berpotensi meningkat signifikan apabila kebijakan afirmasi terhadap produk lokal dijalankan secara konsisten oleh pemerintah, termasuk melalui belanja negara dan proyek-proyek strategis nasional.
Lamhot juga menyoroti masih tingginya tekanan dari produk impor terhadap industri dalam negeri, yang berdampak langsung pada penurunan utilisasi industri dan terbatasnya penyerapan tenaga kerja.
“Pasar domestik kita sangat besar. Kalau ini tidak kita jaga, maka yang menikmati justru produk impor. Padahal, jika kita optimalkan produk lokal, manfaat ekonominya akan berputar di dalam negeri,” katanya menegaskan. []











