Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Ungkap Kuota Gratispol Masih Tersedia untuk 90 Ribu Mahasiswa, UKT Harus Dikembalikan

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencairkan bantuan dana pendidikan tahap III melalui program gerakan aksi strategis pro rakyat tanpa biaya (Gratispol) kepada 63.603 mahasiswa dengan anggaran mencapai Rp288,5 miliar.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud di Samarinda, Selasa (2/6/2026), menjelaskan bahwa cakupan program jaminan pendidikan ini merangkul puluhan ekosistem kampus yang tersebar di wilayah Bumi Etam.

“Para penerima berasal dari 52 perguruan tinggi yang terdiri atas tujuh perguruan tinggi negeri (PTN) dan 45 perguruan tinggi swasta (PTS) di Kalimantan Timur. Selain mahasiswa reguler, bantuan juga diberikan untuk program kerja sama, pendidikan dokter spesialis serta tenaga kependidikan,” ujar Rudy Mas’ud, dikutip dari Antaranews.

Berdasarkan data distribusi anggaran, Universitas Mulawarman (Unmul) tercatat sebagai kampus dengan jumlah penerima manfaat terbanyak di Kaltim. Tercatat ada 12.938 mahasiswa Unmul yang menerima bantuan dengan total alokasi anggaran Rp61,1 miliar.

Posisi kedua ditempati oleh Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) yang meloloskan 7.713 mahasiswa dengan total serapan dana Rp39 miliar.

Rincian alokasi untuk beberapa kampus negeri dan kesehatan lainnya, Politeknik Negeri Samarinda sebesar Rp13,9 miliar untuk 3.655 mahasiswa, Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sebesar Rp12,4 miliar untuk 3.572 mahasiswa dan Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur Rp10,8 miliar untuk 2.014 mahasiswa.

Sementara itu, perguruan tinggi dengan jumlah penerima terkecil adalah Politeknik Sendawar di Kabupaten Kutai Barat untuk 57 mahasiswa dengan alokasi bantuan sebesar Rp201 juta.

Menyusul cairnya pembiayaan tahap III ini, Gubernur yang akrab disapa Harum tersebut memberikan instruksi tegas kepada seluruh manajemen perguruan tinggi, baik PTN maupun PTS.

Ia meminta pihak kampus untuk bergerak cepat mengembalikan dana Uang Kuliah Tunggal (UKT) milik mahasiswa yang telanjur melakukan pembayaran mandiri sebelum beasiswa dicairkan.

“Jangan sampai hak mahasiswa tertahan. Pihak perguruan tinggi harus segera mengembalikan UKT yang sudah dibayarkan di awal oleh mahasiswa penerima manfaat Gratispol,” tegasnya.

Gubernur mengingatkan bahwa peluang emas ini masih terbuka sangat lebar bagi puluhan ribu anak muda Kaltim lainnya. Pihak Pemprov Kaltim mengonfirmasi bahwa masih tersedia kuota melimpah untuk sekitar 80 hingga 90 ribu mahasiswa.

“Khusus mahasiswa Kaltim, jangan lupa mendaftar program Gratispol. Mahasiswa aktif dari semester 1 sampai semester 8 masih bisa mengajukan. Manfaatkan program ini sebaik-baiknya untuk mendukung pembangunan Kaltim ke depan,” imbau Gubernur Harum.

Mahasiswa yang ingin mendaftar atau memantau status seleksi dapat langsung mengakses situs resmi Pendidikan Gratispol Kaltim.

Sebagai program kerja strategis daerah, Gratispol dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi secara inklusif. Langkah ini menjadi modal utama Pemprov Kaltim dalam menyiapkan generasi muda lokal yang kompeten, berdaya saing global, serta siap menyongsong pembangunan daerah sekaligus menyambut kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN). []

Leave a Reply