Keberadaan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) yang lahir dari momentum sejarah di Pandaan, Jawa Timur, pada 1978 merupakan wujud tekad persatuan pemuda untuk melanjutkan semangat pembaruan yang berakar pada cita-cita Sumpah Pemuda 1928.
AMPI hadir sebagai wadah yang inklusif bagi seluruh pemuda untuk berkarya, menuangkan ide dan gagasan, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Sekretaris DPD AMPI Kota Binjai, Rizki Mardhatillah, mengatakan bahwa peran pemuda telah dijamin secara konstitusional dalam UUD 1945, di antaranya melalui Pasal 27 ayat (3), Pasal 28C ayat (2), dan Pasal 30 ayat (1).
“Peran pemuda dalam konstitusi negara ini sudah dijamin. Pemuda merupakan bagian dari rakyat Indonesia yang selalu diharapkan hadir dan berkontribusi pada setiap generasi,” ujar Rizki saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (23/7/2026).
Rizki yang juga merupakan politisi muda Partai Golkar menambahkan, kader AMPI Kota Binjai terus diarahkan untuk memperkuat disiplin organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta berbagai peraturan organisasi lainnya.
“Berdasarkan arahan Ketua DPD AMPI Kota Binjai, Bung Surya Darma Sitepu, seluruh kader AMPI Binjai wajib tertib berorganisasi sesuai dengan AD/ART dan peraturan organisasi yang berlaku. Sebagai kader, kita harus patuh terhadap seluruh regulasi organisasi,” katanya.
Ia menegaskan, AMPI Binjai harus terus berbenah dan membangun citra positif melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita harus terus membangun citra positif yang membawa kemanfaatan bagi masyarakat. Membantu masyarakat mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi merupakan tanggung jawab kita. Ketika ada warga di sekitar kita yang mengalami kesulitan, di situlah AMPI harus hadir,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rizki menilai pemuda harus memiliki karakter yang unggul, beradab, berakhlak, dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
“Atas inisiatif Ketua DPD AMPI Binjai, Bung Surya Darma Sitepu, kami juga membangun budaya religius dan mempererat kedekatan dengan masyarakat tanpa membedakan agama maupun keyakinan yang diakui negara. Salah satu program yang dijalankan adalah Gerakan Safari Dakwah Subuh (G-SDS) bagi kader AMPI yang beragama Islam,” tuturnya.
Menurut Rizki, tantangan terbesar pemuda saat ini adalah menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkoba dan berbagai bentuk kenakalan remaja di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Kita harus mengembalikan semangat juang pemuda agar menjauhi narkoba dan berbagai bentuk kenakalan lainnya. Ini merupakan tantangan besar di era teknologi yang semakin terbuka. Kami berharap kehadiran AMPI Binjai dapat memberikan dampak positif yang luas, menjadi gelombang kebaikan bagi masyarakat, serta menghadirkan citra organisasi kepemudaan yang positif melalui perilaku dan pengabdian nyata,” pungkasnya. {golkarpedia}











