Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong PMI Lulusan SMK Go Global Lewat Program RUSAL Rusia

MENTERI Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mendukung rencana kerja sama strategis dengan perusahaan aluminium Rusia, RUSAL, untuk merekrut PMI lulusan SMK Indonesia dalam program pengembangan keterampilan tinggi.

Saat menerima Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov dan perwakilan RUSAL Alexey Mirskiy di Jakarta, Senin (26/1/2026), Menteri P2MI mengungkapkan inisiatif tersebut adalah selaras dengan visi pemerintah untuk memajukan PMI berkualitas tinggi.

“Fokus utama kami ke depan adalah mengalihkan orientasi pengiriman PMI dari sektor domestik ke sektor profesional dengan keahlian menengah hingga tinggi,” kata Mukhtarudin, menurut keterangan tertulis dikonfirmasi Senin.

“Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, dan Rusia adalah mitra yang tepat untuk menyerap potensi tersebut,” ucap dia, menambahkan, dikutip dari Antaranews.

Dia menyatakan kesiapan pihaknya menyiapkan calon PMI dengan keterampilan dasar yang mumpuni untuk mengikuti masa pendidikan di Rusia serta menyelaraskan kurikulum vokasi, khususnya di sektor pengelasan, supaya sesuai dengan sistem yang berlaku di sana.

KP2MI akan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Perindustrian dan Kementerian ESDM, untuk memastikan para PMI langsung terserap di proyek-proyek strategis nasional usai menyelesaikan pendidikan vokasi bersama RUSAL.

Sementara itu, perwakilan RUSAL Alexey Mirsky memaparkan rencana pihaknya mengundang sejumlah 50 lulusan SMK terbaik Indonesia untuk mengikuti program pendidikan dan pelatihan di fasilitasnya di Rusia.

Program tersebut, kata dia, mencakup satu tahun pelatihan bahasa dan satu tahun pemantapan keahlian teknis pada lima bidang utama, yaitu konstruksi, permesinan, ilmu material, transportasi, dan energi listrik.

“Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka akan mendapatkan kontrak kerja selama lima tahun di sektor pengelasan. Jika mereka berhasil mencapai ‘grade’ 6 sesuai standar Rusia, mereka bisa membawa pulang gaji hingga 200 ribu rubel (Rp43,8 juta),” ucap Mirsky.

Ia menyampaikan bahwa program tersebut rencananya dilakukan dengan skema “knowledge sharing”, dengan 25 orang bekerja di Rusia dan 25 lainnya bekerja di kantor perwakilan atau proyek strategis Rusia di Indonesia, seperti fasilitas pengilangan, setelah menyelesaikan masa pelatihan.

Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat segera menyusun nota kesepahaman dan proposal kerja sama teknis. Program tersebut diharapkan dimulai pada Mei 2026, yang dibuka dengan proses rekrutmen, dan pemberangkatan ditargetkan pada September 2026.

Disampaikan KP2MI, kerja sama ini menjadi perwujudan program “Quick Win” Presiden Prabowo Subianto dalam mencetak “SMK Go Global”, dengan target melatih dan menempatkan PMI terampil di pasar internasional secara masif dan terlindungi. []

Leave a Reply