ANGGOTA Komisi V DPR RI Hanan A Rozak mendorong dilakukan review desain pada pembangunan Jalan Tol Ciawi–Sukabumi (Bocimi) Seksi 3. Demi memperkuat aspek keselamatan dan mitigasi bencana, mengingat karakteristik wilayah Sukabumi yang memiliki kontur tanah berbukit dan rawan longsor.
Menurut Hanan, pembangunan Tol Bocimi memiliki peran strategis dalam memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dari Ciawi menuju Sukabumi yang selama ini kerap diwarnai kemacetan. Dengan tersambungnya jalan tol, diharapkan biaya transportasi dapat ditekan sehingga berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Tol ini sangat strategis, sangat penting untuk memperlancar arus mobilitas transportasi dari Ciawi ke Sukabumi yang selama ini sering mengalami kemacetan. Tentunya dengan adanya jalan tol ini, harapan kita adanya kelancaran. Manakala ada kelancaran tentunya karena ada berdampak ekonomi untuk masyarakat tentunya seperti itu yang lebih mengurangi biaya-biaya transportasi,” ujarnya usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI meninjau pembangunan Jalan Tol Ciawi–Sukabumi Seksi 3, Kabupaten Bogor, Jumat (12/6/2026).
Meski demikian, Hanan menyoroti hasil evaluasi lapangan yang menunjukkan perlunya penyesuaian desain di sejumlah titik, terutama untuk mengantisipasi potensi longsor dan pergeseran tanah di sekitar konstruksi jalan tol.
Berdasarkan paparan yang diterima Komisi V DPR RI, diperlukan penambahan lahan pada beberapa lokasi agar kemiringan lereng dapat dibuat lebih landai dan risiko bencana dapat diminimalkan.
“Ini sudah dievaluasi oleh mereka bahkan sudah ada review desain, tadi ada harus adanya penambahan-penambahan badan sisi kiri-kanan jalan tol, sehingga kelandaian, terutama daerah-daerah yang mudah longsor itu bisa diminimalisasi. Perlu adanya pengadaan lahan lagi untuk memperlebar itu,” jelasnya, dikutip dari laman DPR RI.
Ia menilai langkah evaluasi tersebut penting dilakukan agar pembangunan infrastruktur tidak hanya mengejar target penyelesaian, tetapi juga memiliki daya tahan dan tingkat keamanan yang tinggi bagi pengguna jalan. Karena itu, aspek geoteknik dan kondisi riil lapangan harus menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan perencanaan.
Hanan juga mengingatkan pentingnya penyusunan perencanaan yang lebih detail dan komprehensif sejak awal proyek. Menurutnya, konsultan perencana perlu memperhitungkan secara cermat karakteristik lahan sehingga kebutuhan penyesuaian desain dan tambahan lahan di tengah pelaksanaan proyek dapat diminimalkan.
“Harapan kita ke depan membangun jalan tol direncanakan secara detail oleh para ahli kita, diperhitungkan dengan kondisi lahannya seperti apa,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Komisi V juga mengingatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), serta seluruh pemangku kepentingan agar tetap mengedepankan standar keselamatan kerja dan mitigasi bencana dalam penyelesaian Tol Bocimi Seksi 3.
Langkah tersebut dinilai penting agar proyek strategis nasional ini dapat selesai tepat waktu tanpa mengabaikan kualitas konstruksi dan keselamatan masyarakat. []











