MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia masih membahas pengaruh melemahnya nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar kepada harga bahan bakar minyak (BBM) dan subsidi energi.
“Kebetulan Pak Menteri (ESDM) bersama jajaran menteri lain sedang merapatkan hal tersebut, jadi kita tunggu,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman, Minggu (17/5/2026).
Untuk saat ini, kata Laode, pemerintah masih melihat perkembangan berikutnya ihwal pengaruh nilai tukar terhadap harga bahan bakar. “Belum ada info-info lain selain yang ada sekarang. Kami lihat perkembangan berikutnya saja nanti,” kata dia, dikutip dari Jawapos.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap menstabilkan pasar obligasi dengan menjaga tingkat imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) guna membantu meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang kini menyentuh Rp 17.500 per dolar AS.
Purbaya mengatakan, stabilisasi dilakukan melalui bond stabilization fund (BSF) dengan menggunakan anggaran yang tersedia serta dimungkinkan melalui mekanisme buyback.
Adapun intervensi di pasar obligasi dilakukan untuk menahan kenaikan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN). Purbaya mengingatkan, kenaikan yield yang berlebihan dapat memicu capital loss bagi investor asing dan mendorong arus modal keluar. []











