GUBERNUR Papua, Matius D Fakhiri menegaskan komitmennya dalam mendorong pemerataan pendidikan hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di Bumi Cenderawasih, dan menjadikannya program prioritas.
“Secara kurikulum, pendidikan di Papua tidak tertinggal dibandingkan daerah lain di Indonesia seperti Maluku, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, maupun Sumatera. Namun, tantangan utama masih terletak pada keterbatasan fasilitas, terutama akses infrastruktur dan jaringan internet,” katanya, usai memimpin Upacara Hardiksnas di halaman Kantor Gubernur Papua, Sabtu (2/5/2026).
Fakhiri, menegaskan, akan mendorong agar akses internet bisa menjangkau wilayah pesisir, pegunungan, hingga ke pelosok agar anak-anak mendapatkan layanan pendidikan yang sama.
“Kami terus berupaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) Papua sebagai bagian dari visi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya, dikutip dari Antaranews.
Dia menjelaskan upaya tersebut dilakukan secara terpadu melalui sektor pendidikan dan kesehatan. “Kami juga mendorong kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah kampung hingga kabupaten/kota, serta lembaga keagamaan untuk turut berperan dalam mencerdaskan masyarakat,” katanya lagi.
Dia menambahkan pihaknya juga memberikan perhatian kepada tenaga pendidik, baik guru honorer maupun ASN, agar kesejahteraannya tetap terjaga. “Dengan kolaborasi semua pihak, kami yakin Papua Emas 2045 bisa tercapai,” ujarnya. []











