EFISIENSI anggaran tidak berarti mengurangi fasilitas dan pengelolaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), khususnya di Lapas Kelas II Bengkulu. Hal itu tercermin saat Komisi XIII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Lapas tersebut yang terlihat rapi dan berjalan dengan baik itu.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Anggota Komisi XIII DPR RI Umbu Kabunang Rudi Yanto pun menyoroti adanya fasilitas komunikasi seperti layanan video call yang memungkinkan warga binaan tetap terhubung dengan keluarga. Menurutnya, hal ini memberikan dampak positif terhadap kondisi psikologis para narapidana.
“Ya kami sudah lihat tadi lapas Bengkulu, dengan kondisi yang kita katakan efisiensi, tapi kita menjumpai lapas Bengkulu yang sangat bagus, fasilitasnya rapi, pengelolaannya bagus. Baik itu telekomunikasi, ada sejenis wartel, bisa video call kepada keluarga. Itu berdampak juga secara psikologis dimana napi merasa nyaman, bisa berkomunikasi dengan keluarga, istri, suami, ataupun anak,” ujar Umbu kepada Parlementaria usai pertemuan, Jumat (10/4/2026).
Lebih lanjut, ia menilai Lapas Bengkulu dapat menjadi contoh bagi lapas lain di Indonesia dalam memberikan pelayanan yang manusiawi kepada warga binaan.
“Ini menjadi contoh ya, kami sudah keliling lapas, mungkin ini yang sangat bagus, sangat baik. Kami dari Komisi XIII mendukung pelayanan terhadap napi itu secara manusiawi, dilihat dari tata cara pelayanan, memasak, bahan makanan bagus semua,” tambahnya.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Komisi XIII DPR RI dalam mendorong peningkatan kualitas pengelolaan lembaga pemasyarakatan, tidak hanya dari aspek keamanan, tetapi juga dari sisi pelayanan, kesejahteraan, dan pemenuhan hak-hak dasar warga binaan secara lebih humanis. []











