PLTD Boros BBM, Sarmuji Dorong Percepatan Energi Bersih Lebih Murah

ANGGOTA Komisi VI DPR RI Muhammad Sarmuji meyakini konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke jenis energi lainnya akan berhasil karena Indonesia memiliki beragam sumber energi, namun harus didukung dengan komitmen yang konsisten.

“Saya sendiri yakin program ini akan berhasil karena kita memiliki sumber energi yang beragam, seperti fosil maupun sumber energi terbarukan seperti air, angin, dan matahari. Yang dibutuhkan adalah komitmen yang kuat untuk melakukan konversi secara konsisten,” kata dia di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Sarmuji menyambut baik rencana pemerintah untuk mempercepat realisasi konversi PLTD. Ia menilai langkah ini merupakan program yang bagus mengingat kekurangan yang dimiliki PLTD selama ini.

“PLTD menyerap banyak BBM (bahan bakar minyak) yang biayanya lebih mahal dari sumber energi yang lain. Syukur-syukur digantikan dengan yang lebih murah dan lebih bersih. Yang penting konversinya sudah disiapkan sebelum penutupan dilakukan,” ujarnya, dikutip dari Antaranews.

Menurut dia, realisasi penutupan PLTD secara bertahap tergantung pada kecepatan penyiapan penggantinya.

“Mestinya tidak perlu waktu lama. Yang bisa dijangkau jaringan listrik bisa dibangun jaringan, yang tidak ada jaringan bisa dibangun dengan sumber energi lain, seperti PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) dan lain-lain,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengarahkan percepatan realisasi konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di tengah tingginya harga minyak.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (9/4) sore, menyampaikan bahwa langkah tersebut diminta untuk segera dihitung dan direalisasikan.

“Terkait dengan pembangkit listrik tenaga diesel, karena sekarang dengan harga minyak tinggi, Bapak Presiden mengarahkan agar ini segera direalisasikan dan dihitung untuk dikonversikan menjadi pembangkit listrik tenaga surya,” kata dia.

Menurut Airlangga, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ditugaskan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan PLTD tersebut. []

Leave a Reply