Ahmad Doli Kurnia Pimpin Kaukus Parlemen, Tegaskan Tolak Perang dan Intervensi Militer

SEBANYAK 30 orang anggota DPR dan DPD RI yang tergabung dalam Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia menyatakan mengecam seluruh bentuk agresi militer yang dilakukan pihak mana pun sehingga menimbulkan dampak global.

Pembentukan kaukus itu dideklarasikan sejumlah perwakilan dalam konferensi pers di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin sore (6/4/2026).

“Parlemen Indonesia—DPR, DPD, MPR RI—mengecam keras seluruh bentuk agresi militer yang dilakukan oleh pihak manapun yang memperluas konflik dan menimbulkan korban sipil,” kata Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung selaku perwakilan kaukus.

Kaukus juga menolak perang sebagai instrumen politik karena perang bukan solusi sah dalam penyelesaian konflik internasional dan bertentangan dengan hukum humaniter internasional.

Untuk itu, kaukus menyerukan gencatan senjata dan penghentian perang segera. Gencatan senjata total dan tanpa syarat di seluruh wilayah konflik, termasuk Iran, Israel, dan Lebanon didesak untuk dilakukan dalam waktu dekat.

“Menolak intervensi dan meningkatkan eskalasi politik. Menolak segala bentuk intervensi militer yang memperluas perang regional dan meningkatkan risiko konflik global,” ucap Doli, dikutip dari Antaranews.

Di sisi lain, kaukus menyoroti pentingnya menjamin keamanan jemaah haji di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Hal ini mengingat ibadah haji akan diselenggarakan pada bulan depan.

“Pentingnya mengupayakan deeskalasi di seluruh Timur Tengah untuk menjamin keamanan jemaah haji yang akan segera dilaksanakan,” tutur Doli.

Perlindungan warga sipil juga turut disoroti. Dalam hal ini, para legislator menuntut seluruh pihak menghormati Konvensi Jenewa serta menghentikan serangan terhadap warga sipil, tenaga medis, dan fasilitas publik.

Ditekankan pula, Indonesia merupakan garda terdepan dalam perdamaian dunia, sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945.

Oleh karena itu, kaukus mendukung pemerintah mengambil sikap yang lebih tegas serta berperan aktif dalam upaya mengakhiri perang dan menjadi garda terdepan mewujudkan perdamaian dunia melalui berbagai instrumen diplomasi dengan tetap berpedoman pada koridor konstitusi dan kebijakan politik luar negeri bebas aktif.

Di samping itu, kaukus mengutuk keras serangan Israel terhadap pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit asal Indonesia. “(Kaukus) menuntut jaminan keamanan penuh bagi seluruh peacekeepers (pasukan perdamaian),” imbuh Doli.

Sebagai upaya penyelesaian, kaukus mendorong diplomasi melalui dialog konstruktif dan mekanisme multilateral yang inklusif, di samping mendorong Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil langkah konkret termasuk resolusi penghentian konflik dan mekanisme perlindungan internasional. []

Leave a Reply