Tinjau Tanggul CSR untuk Petambak, Misbakhun: Perikanan Kuatkan Ketahanan Pangan

KETUA Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyatakan pembangunan tanggul untuk Kelompok Pembudi Daya Ikan atau Pokdakan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) oleh dua bank negara mewujudkan ketahanan pangan melalui perikanan.

Misbakhun dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (8/3/2026), mengatakan CSR tanggul yang dibangun oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri ini sejalan dengan tekad Presiden Prabowo Subianto mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bertekad mewujudkan ketahanan pangan. CSR berupa tanggul ini adalah sebagai salah satu upaya mewujudkan ketahanan pangan melalui perikanan,” kata Misbakhun.

Politisi daerah pemilihan Pasuruan, Jawa Timur, itu meninjau langsung program CSR tanggul tersebut di Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, yang dirangkai dengan kegiatan safari Ramadhan.

Tanggul CSR BRI memiliki panjang 1.600 meter yang dikerjakan selama 60 hari, untuk dimanfaatkan oleh Pokdakan Makmur Bersama.

Sedangkan tanggul CSR yang dibangun Bank Mandiri memiliki panjang 1.500 meter. Penerima manfaat proyek Pokdakan Maju Sejahtera Kelurahan Kepel mengerjakan pembangunan selama 45 hari.

Misbakhun mengharapkan pembangunan dan penguatan tanggul tersebut mampu melindungi tambak nelayan budi daya dari banjir bandang.

“Semoga keberadaan tanggul membantu petambak dalam budi daya ikan, sehingga perekonomian dari perikanan terus bergerak,” imbuhnya, dikutip dari Antaranews.

Dalam rangkaian Safari Ramadhan di Kabupaten Pasuruan, juga diisi dengan dialog dan serap aspirasi. Pada kesempatan itu, doktor ilmu ekonomi itu memaparkan soal gejolak ekonomi dan geopolitik yang akhir-akhir ini terjadi berdampak pada stabilitas energi dunia.

Misbakhun menekankan, bahwa pemerintah telah melakukan langkah-langkah antisipasi agar pasokan energi nasional tetap terjamin di tengah konflik di Timur Tengah.

“Pemerintah terus memastikan ketersediaan energi nasional baik bahan bakar maupun listrik tetap terjaga sehingga masyarakat tidak perlu khawatir di tengah dinamika global yang berkembang,” ujarnya.

Dia juga memaparkan upaya Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional, yang menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan ketahanan energi tetap terjaga bagi masyarakat.

“Menteri ESDM Bapak Bahlil telah menyampaikan bahwa pemerintah siap menghadapi berbagai kemungkinan situasi global demi menjaga pasokan energi nasional,” katanya.

Mantan pegawai Kementerian Keuangan itu menegaskan bahwa menjaga stabilitas energi dan ekonomi merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam melindungi kepentingan masyarakat di tengah tantangan global yang terus berkembang. []