Menteri P2MI Mukhtarudin Resmikan Migrant Center UI, Bangun Ekosistem Pekerja Migran Berdaya Saing Global

MENTERI Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin meresmikan Migrant Center Universitas Indonesia (UI). Ia juga menandatangani nota kesepahaman lintas pihak sebagai upaya membangun ekosistem pekerja migran berdaya saing global dan terlindungi secara menyeluruh.

Bertempat di Balairung UI Depok, Mukhtarudin menandai babak baru dalam sejarah perlindungan tenaga kerja Indonesia di sela perayaan Dies Natalis UI ke-76. Pada kesempatan tersebut, Mukhtarudin meresmikan peluncuran Migrant Center UI sekaligus menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) empat pihak yang strategis.

Sinergi ini melibatkan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), Universitas Indonesia, Pemerintah Kota Depok, dan Pemerintah Kota Sukabumi. Kerja sama tersebut dirancang untuk membangun ekosistem penyediaan tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Dalam sambutannya, Mukhtarudin menegaskan kolaborasi ini merupakan perwujudan paradigma baru tata kelola pekerja migran. Fokus utamanya adalah transformasi dari tidak sekadar menempatkan tenaga kerja domestik berkeahlian rendah, tetapi juga pekerja migran Indonesia dengan keahlian menengah hingga tinggi yang terlindungi secara menyeluruh.

“Kita sedang membangun ekosistem dari hulu ke hilir. Melalui kemitraan dengan UI sebagai pusat keunggulan dan Pemerintah Kota Depok serta Sukabumi sebagai basis wilayah, kita memastikan setiap pekerja migran berangkat memiliki kompetensi dan pulang dengan kesejahteraan yang berkelanjutan,” ujar Mukhtarudin dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026), dikutip dari Detik.

Adapun poin strategis kemitraan tersebut mencakup penguatan fungsi sebagai pusat inovasi, riset, dan pelatihan yang menjembatani standar akademik dengan kebutuhan industri global, serta menjamin pekerja migran Indonesia memiliki sertifikasi dan keahlian yang diakui secara internasional.

Mukhtarudin menegaskan bahwa kehadiran Migrant Center di lingkungan kampus merupakan bukti partisipasi aktif dunia pendidikan dalam memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar kerja internasional.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kita sedang menjalankan pergeseran paradigma besar dalam tata kelola pekerja migran. Kita tidak lagi hanya menempatkan tenaga kerja, tetapi menyediakan skilled workers dengan kualifikasi medium-high skill. Inilah jalan menuju kemandirian dan martabat bangsa di mata dunia,” kata Mukhtarudin.

Mukhtarudin juga menilai peran perguruan tinggi seperti UI sangat krusial dalam mencetak tenaga kerja yang mampu bersaing secara global. Melalui Migrant Center, diharapkan tercipta standardisasi kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri modern di luar negeri.

“Keterlibatan UI, Pemkot Depok, dan Pemkot Sukabumi menandai lahirnya ekosistem baru. Kampus menjadi motor penggerak riset dan pelatihan, sementara pemerintah daerah menjadi garda terdepan dalam penyiapan warga. Ini adalah kerja keroyokan untuk memastikan perlindungan dari sebelum berangkat hingga kembali ke tanah air,” tutur Muktarudin.

Peluncuran Migrant Center UI ini selaras dengan tema Dies Natalis UI ke-76, yakni UI Unggul Impactful, Fondasi Mandiri, Akselerasi Dampak. Dengan terbentuknya kemitraan empat pihak tersebut, KemenP2MI optimistis target penyediaan tenaga kerja berkualitas dapat dicapai lebih cepat.

Langkah strategis ini tidak hanya melibatkan dunia pendidikan, tetapi juga mencakup kerja sama erat dengan pemerintah daerah sebagai garda terdepan dalam pelayanan kepada warga.

Mukhtarudin menggarisbawahi tiga poin utama kolaborasi, yakni MoU dengan Universitas Indonesia untuk pembentukan Migrant Center sebagai pusat kajian, pelatihan, dan advokasi berbasis riset guna memastikan pekerja migran Indonesia memiliki daya saing global.

Selain itu, MoU dengan Wali Kota Depok difokuskan pada penguatan basis data serta perlindungan keluarga pekerja migran di wilayah penyangga ibu kota. Sementara itu, MoU dengan Wali Kota Sukabumi diarahkan pada optimalisasi kantong-kantong pemberangkatan pekerja migran melalui edukasi dan pengawasan yang lebih ketat di tingkat lokal.

“Selaras dengan tema UI Unggul Impactful, pembentukan Migrant Center ini adalah bukti nyata ‘Akselerasi Dampak’. Kita ingin riset UI tidak hanya berhenti di perpustakaan, tapi menjadi fondasi mandiri bagi perlindungan pekerja kita,” ucap Mukhtarudin.

Mukhtarudin berharap kolaborasi antara KemenP2MI, UI, serta Pemerintah Kota Depok dan Sukabumi dapat menjadi proyek percontohan bagi daerah lain di Indonesia.

“Semoga UI terus menjadi motor penggerak pembangunan Indonesia yang inklusif. Dengan adanya Migrant Center dan dukungan para Wali Kota, kita menciptakan ekosistem pelindungan yang utuh dari hulu hingga hilir,” pungkas Mukhtarudin. []

Leave a Reply