MENTERI Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meminta agar industri yang menghadirkan solusi kecerdasan artifisial (AI) tidak hanya dapat memproduksi inovasi tapi juga memastikan keamanan teknologinya.
Terutama terkait dengan pengelolaan data mengingat data merupakan dasar dari pengembangan inovasi AI.
“Pelajaran pentingnya adalah keberhasilan AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihannya tapi juga kemampuan mengelola data secara aman, etis dan juga bertanggung jawab,” kata Meutya dalam ajang BRAVO 500 Summit 2026 yang diselenggarakan XLSmart di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Meski masyarakat Indonesia menurutnya cukup adaptif terhadap pemanfaatan AI, kekhawatiran mengenai dampak negatifnya sering dibicarakan.
Maka dari itu agar faktor keamanan dapat dipenuhi dalam pengembangan AI oleh industri, Pemerintah berupaya menghadirkan payung hukum untuk menciptakan tata kelola AI di Indonesia.
“Teman-teman bisnis kita minta gaspol, tapi kami sebagai pemerintah, regulator ya, kami menyampaikan bahwa kita harus meregulasi, bahwa sebuah inovasi ini juga tentu harus dibingkai dalam kerangka-kerangka dalam rangka keterjagaan perlindungan publik,” kata Meutya, dikutip dari Antaranews.
Dalam paparannya, Meutya mengatakan ada empat fondasi utama yang digunakan Pemerintah untuk menyiapkan regulasi tata kelola AI di Indonesia.
Pertama ada tata kelola digital yang transparan, lalu kedua ada infrastruktur digital yang andal, ketiga pengelolaan data yang aman dan terintegrasi, serta yang keempat adalah pengembangan talenta digital yang kompetitif.
Keempat fondasi ini menjadi prasyarat bagi pemanfaatan AI yang etis dan tepat guna.
Dengan memastikan AI yang aman bagi masyarakat, maka harapannya inovasi teknologi tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi tapi juga berdampak bagi kemajuan sosial.
“Kami ingin menyampaikan bahwa kami mendorong pertumbuhan AI tapi tidak hanya dijadikan sebagai inovasi teknologi tapi juga fondasi pertumbuhan ekonomi, peningkatan layanan publik, kemajuan sosial yang berkelanjutan dan semuanya itu harus diambil,” kata Meutya. []











