Hetifah Sjaifudian Minta Guru di Kaltim Tingkatkan Literasi Digital Demi Pembelajaran Modern

KETUA Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Hetifah Sjaifudian meminta para guru di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus meningkatkan keterampilan dan literasi digital guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif.

“Kondisi masyarakat yang dinamis menuntut kebijakan yang adaptif dengan perkembangan teknologi, sehingga guru-guru perlu memiliki keterampilan untuk mengajar anak-anak,” kata Hetifah Sjaifudian di Samarinda, Jumat (22/5/2026).

Hetifah yang memimpin Komisi X DPR RI dengan ruang lingkup tugas pengawasan di bidang pendidikan, kebudayaan, riset, pemuda, dan olahraga, tersebut menekankan penyediaan fasilitas sarana prasarana sekolah juga harus diikuti dengan persiapan Sumber Daya Manusia (SDM).

Menurutnya, inovasi kebijakan seperti membagikan perangkat Papan Interaktif Digital (PID) akan menjadi sia-sia dan tidak terpakai jika tidak dibarengi dengan tahapan sosialisasi serta pelatihan teknis bagi para guru.

Ia menambahkan kurikulum wajib beradaptasi dengan memasukkan literasi teknologi sebagai kurikulum tersembunyi agar peserta didik memanfaatkannya murni untuk sarana pembelajaran, bukan sekadar bermain gim daring.

Menyikapi perihal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim terus memacu transformasi digital demi menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih modern.

Kepala UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan Disdikbud Kaltim Muchamad Awaludin menyampaikan pihaknya telah menggelar sosialisasi dan pelatihan intensif terkait pemanfaatan platform Rumah Pendidikan secara daring.

Aplikasi terintegrasi milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut dirancang khusus untuk menyatukan berbagai layanan pendidikan ke dalam satu pintu layanan.

“Penguatan literasi digital bagi guru dinilai sebagai kunci efektivitas belajar mengajar di era modern agar proses transfer ilmu di ruang kelas tidak lagi berjalan monoton,” ucap Awaludin, dikutip dari Antaranews.

Peserta yang telah dilatih terdiri dari guru jenjang SMA, SMK, dan SLB, ini tidak hanya diperkenalkan pada platform pemerintah, tetapi juga dibekali keterampilan mengoperasikan Google Workspace dan Canva.

Awaludin mengingatkan pentingnya optimalisasi perangkat keras bantuan pemerintah karena teknologi canggih tidak akan memberikan dampak besar tanpa adanya sentuhan kreativitas dari penggunanya. []

Leave a Reply