Abdul Rahman Farisi: Satgas Hilirisasi Kunci Indonesia Tahan Guncangan Energi Global

SEKRETARIS Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar Abdul Rahman Farisi menilai kebijakan Presiden Prabowo Subianto mengantarkan Indonesia mencapai ketahanan energi.

“Saya melihat ada penggunaan kewenangan Presiden secara tepat dan terarah dengan menunjuk Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral). Posisi ini kemudian diperkuat dengan pembentukan Satgas (satuan tugas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi, yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden pada awal Januari 2025,” kata Abdul di Jakarta Kamis (23/4/2026).

Dia mengatakan satgas tersebut memiliki mandat mempercepat hilirisasi sumber daya alam, termasuk energi dan mineral, sekaligus mengoordinasikan kebijakan lintas kementerian agar lebih terintegrasi.

“Dalam struktur ini, Menteri ESDM memiliki posisi kunci sebagai ketua Satgas sehingga kebijakan tidak terfragmentasi,” ujar Abdul, dikutip dari Antaranews.

Presiden juga memperkuat posisi Menteri ESDM dalam arsitektur ketahanan energi melalui Dewan Energi Nasional (DEN) yang sebelumnya dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, dengan Menteri ESDM sekaligus menjabat sebagai Ketua Harian DEN.

“Dengan desain kelembagaan yang terintegrasi tersebut, sektor energi Indonesia kini lebih adaptif dalam merespons dinamika global,” tutur Abdul.

Lebih lanjut, dia menuturkan keberhasilan Indonesia mencapai ketahanan energi itu tercermin dalam laporan JPMorgan Asset & Wealth Management yang bertajuk Pandora’s Box: The Global Energy Shock of 2026, yang menempatkan Indonesia pada posisi ke-2 dunia dalam ketahanan menghadapi guncangan harga energi global.

Dalam laporan tersebut, Indonesia memiliki tingkat perlindungan energi sekitar 77 persen, yang ditopang oleh kekuatan sumber daya domestik, seperti batu bara dan gas, serta kemampuan menjaga stabilitas pasokan dan harga energi di dalam negeri.

Abdul menegaskan capaian itu menunjukkan desain kelembagaan, perencanaan kebijakan secara teknokrasi dan eksekusi kebijakan di sektor energi berjalan secara efektif dan terukur. “Capaian ini menunjukkan bahwa langkah yang diambil mampu menghasilkan dampak nyata,” ungkap Abdul.

Pencapaian tersebut, kata dia, tidak diraih secara kebetulan, tetapi merupakan hasil dari desain yang matang, inovasi kebijakan dan eksekusi yang konsisten.

Menurut Abdul, di tengah ketidakpastian geopolitik global, posisi Indonesia yang relatif stabil menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

Akan tetapi, dia mengingatkan tantangan ke depan tetap harus diantisipasi, terutama dalam menjaga ketersediaan energi domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

“Publik mesti bisa memberi kesempatan dan mendukung langkah dan kebijakan Kementerian ESDM dalam memastikan ketersediaan bahan bakar minyak, penetapan harga BBM bersubsidi yang stabil dan penyesuaian harga BBM non subsidi,” kata Abdul. []

Leave a Reply