Menperin Agus Gumiwang Dorong Pengembangan Semikonduktor untuk Daya Saing Industri

KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan ekosistem semikonduktor nasional guna menangkap peluang pasar industri berteknologi tinggi (high tech) sekaligus meningkatkan daya saing industri dalam negeri di tingkat global.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pernyataan diterima di Jakarta, Rabu (28/1/2026) menegaskan bahwa semikonduktor merupakan fondasi strategis bagi transformasi industri nasional, terutama untuk mendukung sektor elektronika, otomotif, energi, hingga percepatan digitalisasi industri manufaktur.‎

“Indonesia memiliki pasar domestik yang sangat besar untuk produk berbasis semikonduktor, mulai dari ponsel, laptop, hingga kendaraan bermotor dan kendaraan listrik. Oleh karena itu, pengembangan ekosistem semikonduktor nasional menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat daya saing industri nasional,” ujar Menperin, dikutip dari Antaranews. ‎

Katanya, seiring pertumbuhan industri manufaktur dan adopsi teknologi baru, kebutuhan semikonduktor di Indonesia terus meningkat. Produksi kendaraan bermotor nasional yang telah melampaui satu juta unit per tahun, serta target pengembangan kendaraan listrik hingga ratusan ribu unit pada 2030, menuntut ketersediaan komponen semikonduktor yang andal dan berkelanjutan.‎

Di sisi lain, permintaan perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop masih didominasi produk impor.‎ Saat ini, Indonesia telah memiliki satu industri perakitan dan pengujian semikonduktor di Batam, serta perusahaan desain integrated circuit (IC).

Namun demikian, Kemenperin menilai penguatan ekosistem semikonduktor nasional masih perlu dilakukan secara menyeluruh, khususnya pada pengembangan sumber daya manusia, riset dan inovasi, serta integrasi ke dalam rantai pasok global.‎

Sebagai langkah konkret, Kemenperin menginisiasi program pengembangan ekosistem semikonduktor nasional melalui penguatan desain chip yang selaras dengan kebutuhan industri dan berorientasi pasar global. ‎

Program tersebut telah masuk dalam daftar rencana pinjaman luar negeri jangka menengah atau Blue Book 2025–2029 dengan nilai pembiayaan sebesar16,185 juta dolar AS.

“Fokus utama kami adalah membangun kapabilitas SDM nasional di bidang desain chip, menyediakan infrastruktur bersama untuk riset dan prototipe, serta memperkuat kolaborasi antara industri, perguruan tinggi, dan mitra global,” katanya. ‎

Komitmen memacu ekosistem sektor tersebut juga mengemuka dalam pertemuan Menperin dengan Country Director Asian Development Bank (ADB) untuk Indonesia, Bobur Alimov, Jakarta, Rabu (27/1) yang membahas penguatan kerja sama. ‎

Dalam kesempatan tersebut, ADB menyatakan komitmennya untuk mendukung Pemerintah Indonesia melalui pendampingan penyusunan readiness criteria, feasibility study, hingga memastikan kesiapan proyek agar memenuhi kriteria Green Book sebelum memasuki tahap pembiayaan.‎

Menperin mengapresiasi dukungan ADB dan menilai kerja sama ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional, terutama dalam penguatan SDM, penguasaan teknologi, serta peningkatan nilai tambah industri nasional.‎ []

Leave a Reply