Yulisman: RKAB Satu Tahun Perkuat Tata Kelola Tambang di Tengah Tekanan Harga Komoditas

ANGGOTA Komisi XII DPR RI Yulisman menilai kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Satu Tahun merupakan langkah strategis memperkuat tata kelola sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba), dalam mengendalikan produksi, menjaga stabilitas harga, serta memastikan keberlanjutan penerimaan negara dan kepastian usaha.

Menurut dia, kebijakan itu relevan karena dalam beberapa periode terakhir pasar komoditas mengalami tekanan. Dalam situasi harga yang turun, menurut dia, negara harus mempunyai instrumen untuk memastikan produksi tidak lepas kendali.

“RKAB Satu Tahun adalah alat kendali agar pasokan lebih terukur, sehingga harga mineral dan batubara tidak jatuh lebih dalam,” kata Yulisman di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Di sektor batubara misalnya, menurut dia, harga internasional cenderung turun dibanding periode puncak beberapa tahun lalu.

Data menunjukkan harga batubara acuan jenis GAR 4.200 kcal pernah menyentuh level 39,40 dolar AS/ton pada Juni 2025, dan pada 24 Desember 2025 berada di 44,99 dolar AS/ton, jauh di bawah puncaknya 154,21 dolar AS/ton pada Oktober 2021. Kondisi itu, kata dia, menggambarkan pasar yang rentan terhadap oversupply dan pelemahan demand.

Dia menambahkan, kecenderungan penurunan harga juga terjadi pada mineral strategis seperti nikel. Pada awal 2026, harga nikel global berada di kisaran 17.791 dolar AS/ton (21 Januari 2026), sementara pada awal 2025 harga sempat bergerak di kisaran 15 ribu dolar AS/ton dan berfluktuasi seiring isu oversupply. Hal ini menunjukkan bahwa pasar nikel juga menghadapi tekanan struktural dari sisi pasokan.

Menurut dia, RKAB Satu Tahun memberi ruang bagi pemerintah untuk menyusun skenario pasokan yang lebih presisi, dengan menyesuaikan produksi terhadap kebutuhan domestik termasuk industri dan kelistrikan, kebutuhan hilirisasi, serta dinamika ekspor.

Dengan pola tersebut, dia menilai negara akan memiliki basis yang lebih kuat untuk menjaga keseimbangan supply–demand agar pembentukan harga lebih sehat.

Secara tata kelola, dia juga menilai RKAB satu tahun juga memperkuat monitoring dan evaluasi berbasis realisasi, mulai dari kepatuhan volume produksi, pengendalian risiko lingkungan, hingga aspek keselamatan kerja.

Ia menilai pendekatan ini akan menutup celah praktik produksi berlebihan yang tidak sejalan dengan kapasitas pengolahan, kemampuan logistik, maupun kebutuhan pasar.

“Ketika produksi disiplin dan sesuai kebutuhan, harga akan lebih stabil, penerimaan negara lebih terjaga, dan industri hilir juga mendapat kepastian pasokan,” kata dia, dikutip dari Antaranews.

Untuk itu, dia terus mendorong agar kebijakan RKAB Satu Tahun dijalankan secara konsisten dengan prinsip transparansi, kepastian regulasi, dan penguatan pengawasan, sehingga sektor mineral dan batubara dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam. []

Leave a Reply