WAKIL Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri bertemu dengan Ibu Negara Pakistan, Aseefa Bhutto Zardari, yang juga merupakan Anggota Majelis Nasional (MNA), pada Jumat (16/1/2026).
Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan pada 8-9 Desember tahun lalu, dengan fokus utama memperkuat dan memperluas kerja sama ekonomi antara kedua negara.
Dalam kesempatan tersebut, Dyah Roro secara aktif mendorong kelanjutan kerja sama untuk memperluas perjanjian perdagangan. Ia menargetkan peningkatan status Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA) menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada tahun 2027. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi peningkatan perdagangan dan investasi di Indonesia.
“Saya harap peningkatan kerja sama dari IP-PTA menuju CEPA akan memberikan kepastian yang lebih besar bagi dunia usaha serta membuka peluang baru bagi peningkatan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Pakistan,” ujar Wamendag Roro Esti dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Mureks.
Dyah Roro juga menyoroti banyaknya kesamaan nilai yang dimiliki Indonesia dan Pakistan, khususnya dalam perjuangan pembangunan yang berkeadilan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Hal ini, menurutnya, dapat menjadi pembelajaran berharga bagi kedua negara.
“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat kedua negara,” tambahnya.
Mureks merangkum, Wamendag turut mengidentifikasi peluang penguatan kerja sama ekonomi di berbagai sektor. Ini termasuk produksi minyak nabati (edible oil), investasi, serta pengembangan rantai nilai dan ketahanan pangan.
“Kami melihat adanya potensi besar untuk memperluas kolaborasi ekonomi kedua negara, tidak hanya dalam perdagangan, tetapi juga investasi dan penguatan rantai nilai yang mendukung ketahanan pangan jangka panjang,” jelas Dyah Roro.
Pada akhir pertemuan, kedua negara sepakat untuk terus memperkuat hubungan bilateral melalui dialog berkelanjutan dan kerja sama konkret. Fokus utama kerja sama ini meliputi bidang perdagangan, pembangunan berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat. []











