PDK Kosgoro 1957 Sumatera Utara mengapresiasi langkah Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution yang berkantor dan menjalankan aktivitas pemerintahan dari Kepulauan Nias.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk keberpihakan sekaligus keseriusan pemerintah dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah kepulauan. Hal itu disampaikan Sekretaris PDK Kosgoro 1957 Sumatera Utara, Boy Iskandar Rangkuti, Kamis (13/8/2026), di Medan.
PDK Kosgoro 1957 menilai kehadiran langsung Gubernur di Nias bukan sekadar simbol, melainkan menjadi momentum untuk melihat secara nyata berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Persoalan tersebut mencakup infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi daerah.
“Ini adalah sosok gubernur yang dirindukan masyarakat. Selama ini belum ada gubernur yang turun langsung seperti ini. Kolaborasi Sumut Berkah menjadi impian nyata bagi masyarakat Kepulauan Nias. Pemimpin tidak hanya berada di pusat pemerintahan, tetapi hadir dan merasakan langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah. Kami sangat mengapresiasi langkah ini,” ujar tokoh muda Sumatera Utara, Boy Iskandar Rangkuti.
Menurutnya, pola kepemimpinan yang turun langsung ke daerah dapat mempercepat komunikasi antara pemerintah provinsi, masyarakat, serta pemerintah kabupaten/kota. Dengan demikian, berbagai persoalan di daerah dapat diketahui secara lebih objektif dan dicarikan solusi secara cepat dan tepat.
PDK Kosgoro 1957 juga berharap langkah Gubernur tersebut menjadi awal dari semakin kuatnya perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap pembangunan Kepulauan Nias.
Pemerataan pembangunan, menurut Boy, harus menjadi bagian penting dalam mewujudkan Sumatera Utara yang maju dan berkeadilan.
“Kami berharap berkantornya Gubernur di Nias memberikan dampak nyata. Masyarakat ingin pemimpin yang hadir, mendengar, melihat langsung persoalan, kemudian mengambil kebijakan,” katanya, dikutip dari Golkarpedia.
PDK Kosgoro 1957 Sumatera Utara menegaskan pihaknya akan terus mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, sekaligus memperkuat persatuan dan pembangunan Sumatera Utara.
Kehadiran Gubernur di Nias diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah momentum, tetapi menjadi budaya baru dalam pemerintahan, yakni pemimpin hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan mereka, dan bekerja untuk memberikan solusi.
“Pemimpin harus hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan mereka, melihat langsung persoalan, dan kemudian bekerja untuk menghadirkan solusi,” pungkasnya. []











