Airlangga Hartarto Sebut Kawasan Industri Jadi Kunci Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8%

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, sektor industri memiliki peran strategis sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah, serta penguatan daya saing. Hal ini untuk mendukung tercapainya target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

“Kawasan industri menjadi penggerak bangsa, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan,” kata Airlangga dalam acara Syukuran 38 Tahun Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), dikutip Sabtu (1/8/2026).

Airlangga menilai, perkembangan kawasan industri ini, tercermin dari keberadaan 129 kawasan industri yang tersebar di 24 provinsi dengan total luas lahan sekitar 170 ribu hektare. Berbagai kawasan industri tersebut telah menjadi lokasi bagi sekitar 10.400 perusahaan manufaktur dan menyerap sekitar 4,5 juta tenaga kerja.

“Pemerintah juga terus mengembangkan kawasan industri yang didukung dengan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai bagian dari upaya memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Indonesia,” kata Airlangga, dikutip dari Sinpo.

Di tengah persaingan investasi global, menurut Airlangga, Indonesia juga memiliki peluang besar untuk terus memperkuat posisi sebagai salah satu tujuan utama investasi. Karena, sejumlah negara pesaing mulai menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari biaya tenaga kerja yang semakin tinggi, ketersediaan lahan yang semakin terbatas, hingga kebutuhan energi.

“Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk terus meningkatkan daya saing dan menarik investasi berkualitas,” ucapnya.

Berdasarkan hasil survei badan promosi perdagangan Jepang atau Japan External Trade Organization (JETRO), menunjukkan bahwa sekitar 70 persen perusahaan yang berinvestasi di Indonesia mencatatkan keuntungan dan menjadi yang tertinggi dibandingkan sejumlah negara lain.

Namun, seiring perkembangan teknologi, kawasan industri juga perlu semakin adaptif terhadap transformasi digital yang bergerak cepat. Perkembangan artificial intelligence (AI) telah mendorong peningkatan kebutuhan terhadap data berkualitas dan infrastruktur digital, khususnya data center.

Airlangga mengatakan, pemerintah telah mengantisipasi perkembangan tersebut, antara lain melalui inisiasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA), mencakup pengembangan ekosistem digital dan AI. Hal ini diharapkan semakin memperkuat integrasi ekonomi digital di kawasan ASEAN.

Selain itu, peningkatan kebutuhan data center, juga membuka peluang investasi baru bagi Indonesia, khususnya dengan dukungan ketersediaan lahan, energi, dan potensi pengembangan energi terbarukan. Pengembangan data center membutuhkan dukungan listrik, energi terbarukan, air, lahan, serta konektivitas yang memadai.

Ia memastikan akan terus mendorong pengembangan kawasan industri agar kegiatan industri semakin tertata, memiliki ekosistem yang kuat, serta mampu meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah juga terus memonitor berbagai tantangan yang dihadapi pelaku industri sekaligus mendorong penyelesaian berbagai hambatan investasi.

“Jadi, pemerintah berharap dengan adanya kawasan industri, ini tentu akan menjadi kawasan yang lebih tertata dan ekosistem akan lebih terjaga,” pungkasnya. []

Leave a Reply